Pawitikra CATHOLIC Students

WELCOME & GOD BLESS YOU ALWAYS

Selamat Datang di Blog ini bersama R. Slamet Widiantono ------**------ TUHAN MEMBERKATI -----* KASIH ITU MEMBERIKAN DIRI BAGI SESAMA -----* JANGAN LUPA BAHAGIA -----* TERUS BERPIKIR POSITIF -----* SALAM DOA -----* slammy

Jumat, 10 Juli 2026

Materi 9.6 Katolik

 

MATERI PEMBELAJARAN

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti

Kelas IX SMP Negeri 2 Pandak

Materi: Etika Pergaulan Remaja

Satuan Pendidikan: SMP Negeri 2 Pandak
Kelas/Fase: IX / Fase D (Kurikulum Merdeka)
Alokasi Waktu: 2 × 40 Menit


Capaian Pembelajaran

Peserta didik memahami bahwa setiap manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah serta memiliki martabat yang harus dihormati. Peserta didik mampu membangun pergaulan yang sehat, bertanggung jawab, saling menghargai, serta mencerminkan nilai-nilai Injil dalam kehidupan sehari-hari.


Tujuan Pembelajaran

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan pengertian etika pergaulan remaja menurut iman Katolik.

  2. Memahami pentingnya menjaga martabat diri sendiri dan orang lain dalam pergaulan.

  3. Mengidentifikasi bentuk-bentuk pergaulan yang sehat dan yang tidak sehat.

  4. Menunjukkan sikap sopan, bertanggung jawab, menghargai sesama, serta bijaksana dalam pergaulan nyata maupun di media digital.


A. Pengantar

Masa remaja adalah masa pertumbuhan yang ditandai dengan perubahan fisik, emosi, cara berpikir, dan hubungan sosial. Pada masa ini, teman sebaya memiliki pengaruh yang besar terhadap pembentukan karakter dan kepribadian.

Pergaulan yang baik dapat membantu remaja berkembang menjadi pribadi yang dewasa, sedangkan pergaulan yang tidak sehat dapat membawa dampak negatif, seperti kebiasaan berbohong, perundungan (bullying), penyalahgunaan media sosial, tawuran, atau perilaku yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Sebagai murid Kristus, remaja Katolik dipanggil untuk membangun persahabatan yang dilandasi kasih, saling menghormati, kejujuran, dan tanggung jawab.


B. Sabda Tuhan

Yohanes 15:12

"Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu."

Makna Sabda Tuhan

Yesus mengajarkan bahwa dasar setiap hubungan antarmanusia adalah kasih. Kasih diwujudkan dengan menghormati, menolong, mengampuni, dan menjaga martabat setiap orang.


Filipi 4:8

"Semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu."

Makna

Remaja diajak memilih hal-hal yang baik dan membangun dalam perkataan, tindakan, maupun pergaulan.


C. Pengertian Etika Pergaulan

Etika adalah pedoman tentang bagaimana seseorang bertindak dengan baik dan benar.

Etika pergaulan remaja adalah sikap dan perilaku yang mencerminkan rasa hormat, tanggung jawab, kesopanan, serta kasih kepada orang lain dalam hubungan sehari-hari.

Dalam iman Katolik, etika pergaulan berakar pada ajaran Yesus untuk mengasihi sesama seperti diri sendiri (Mat. 22:39).


D. Prinsip-Prinsip Etika Pergaulan Remaja

1. Menghormati Martabat Setiap Orang

Setiap manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah sehingga layak dihormati.

Contoh:

  • Tidak menghina teman.

  • Tidak membeda-bedakan suku, agama, atau kondisi ekonomi.

  • Menghargai pendapat orang lain.


2. Bersikap Jujur

Kejujuran membangun kepercayaan dalam persahabatan.

Contoh:

  • Tidak berbohong.

  • Tidak menyontek.

  • Berani mengakui kesalahan.


3. Bertanggung Jawab

Remaja bertanggung jawab atas perkataan dan tindakannya.

Contoh:

  • Menepati janji.

  • Menyelesaikan tugas kelompok.

  • Menggunakan media sosial dengan bijaksana.


4. Menghargai Perbedaan

Indonesia memiliki keberagaman agama, budaya, bahasa, dan suku.

Sebagai murid Kristus kita dipanggil untuk:

  • Menghargai teman yang berbeda keyakinan.

  • Bersikap toleran.

  • Menjaga persatuan.


5. Menjaga Kesopanan

Kesopanan terlihat dalam:

  • Cara berbicara.

  • Cara berpakaian sesuai situasi.

  • Sikap terhadap guru, orang tua, dan teman.

  • Penggunaan bahasa yang santun.


E. Pergaulan yang Sehat

Pergaulan yang sehat ditandai dengan:

  • Saling menghormati.

  • Saling mendukung untuk berkembang.

  • Jujur dan dapat dipercaya.

  • Tidak memaksa teman melakukan hal yang salah.

  • Menumbuhkan semangat belajar.

  • Menjaga batasan dan menghormati diri sendiri maupun orang lain.

  • Mendorong hidup yang positif dan bertanggung jawab.


F. Pergaulan yang Perlu Dihindari

Sebagai remaja Katolik, kita perlu menghindari:

  • Perundungan (bullying).

  • Ujaran kebencian.

  • Penyebaran hoaks.

  • Pergaulan yang mendorong perilaku melanggar hukum atau norma.

  • Kebiasaan berbohong.

  • Intoleransi.

  • Penyalahgunaan media sosial.

  • Kekerasan verbal maupun fisik.

Menghindari hal-hal tersebut merupakan bentuk penghormatan terhadap martabat manusia dan tanggung jawab sebagai murid Kristus.


G. Etika Bermedia Sosial

Media sosial merupakan bagian dari kehidupan remaja. Sebagai pengikut Kristus, kita dipanggil menjadi saksi kasih juga di dunia digital.

Sikap yang perlu dikembangkan:

  • Berpikir sebelum mengunggah sesuatu.

  • Menggunakan bahasa yang sopan.

  • Tidak menyebarkan berita bohong.

  • Menghormati privasi orang lain.

  • Tidak melakukan cyberbullying.

  • Membagikan informasi yang bermanfaat.

  • Menggunakan media sosial secukupnya agar tidak mengganggu belajar maupun relasi dengan keluarga.


H. Membangun Persahabatan Menurut Teladan Yesus

Yesus memberikan teladan persahabatan yang sejati.

Persahabatan menurut Yesus ditandai oleh:

  • Kasih.

  • Kesetiaan.

  • Kejujuran.

  • Kepedulian.

  • Pengampunan.

  • Kerelaan membantu sesama.

Persahabatan sejati membantu kita bertumbuh menjadi pribadi yang semakin dekat dengan Tuhan dan semakin peduli terhadap sesama.


I. Refleksi

Renungkan pertanyaan berikut.

  1. Apakah aku sudah memperlakukan teman-temanku dengan hormat?

  2. Pernahkah aku melukai orang lain melalui perkataan atau media sosial?

  3. Bagaimana aku dapat menjadi sahabat yang baik menurut teladan Yesus?

  4. Komitmen apa yang akan kulakukan agar pergaulanku semakin mencerminkan nilai-nilai Kristiani?


J. Aktivitas Pembelajaran

Aktivitas 1 – Diskusi Kelompok

Diskusikan kasus berikut.

Seorang siswa baru di kelas sering diejek karena logat bicaranya berbeda. Sebagian teman hanya menonton tanpa membantu.

Pertanyaan:

  1. Mengapa tindakan mengejek tidak sesuai dengan ajaran Yesus?

  2. Apa yang seharusnya dilakukan seorang murid Kristus?

  3. Bagaimana menciptakan lingkungan sekolah yang ramah dan saling menghargai?


Aktivitas 2 – Refleksi Pribadi

Tuliskan:

  • Tiga sikap baik yang sudah kamu lakukan dalam pergaulan.

  • Dua hal yang masih perlu diperbaiki.

  • Satu komitmen untuk membangun persahabatan yang sehat.


Aktivitas 3 – Proyek Aksi Nyata

Selama satu minggu lakukan minimal lima tindakan berikut:

  • Menyapa teman yang jarang diajak berbicara.

  • Membantu teman yang mengalami kesulitan belajar.

  • Menghindari komentar negatif di media sosial.

  • Mengucapkan kata-kata yang membangun.

  • Mengajak teman menjaga kebersihan kelas.

Catat pengalamanmu dalam jurnal refleksi.


K. Nilai-Nilai yang Dikembangkan

  • Kasih.

  • Hormat terhadap martabat manusia.

  • Kejujuran.

  • Tanggung jawab.

  • Kesopanan.

  • Kepedulian.

  • Toleransi.

  • Pengampunan.

  • Kerja sama.

  • Persaudaraan.


L. Rangkuman

  • Etika pergaulan adalah pedoman untuk membangun hubungan yang baik dengan sesama.

  • Setiap manusia memiliki martabat karena diciptakan menurut gambar dan rupa Allah.

  • Remaja Katolik dipanggil membangun persahabatan yang dilandasi kasih, kejujuran, tanggung jawab, dan saling menghormati.

  • Pergaulan yang sehat membantu perkembangan pribadi, sedangkan pergaulan yang tidak sehat perlu dihindari.

  • Etika Kristiani juga harus diwujudkan dalam penggunaan media sosial melalui komunikasi yang santun, bertanggung jawab, dan membawa kebaikan.


M. Evaluasi

A. Pilihan Ganda

1. Dasar utama etika pergaulan menurut ajaran Yesus adalah ....

a. Kepandaian

b. Kasih kepada sesama

c. Kekuasaan

d. Popularitas

Jawaban: b


2. Contoh pergaulan yang sehat adalah ....

a. Menghargai teman yang berbeda agama

b. Menyebarkan gosip

c. Mengejek teman

d. Melakukan bullying

Jawaban: a


3. Salah satu bentuk etika di media sosial adalah ....

a. Menyebarkan hoaks

b. Menghina orang lain

c. Menggunakan bahasa yang sopan

d. Menyebarkan rahasia teman tanpa izin

Jawaban: c


4. Setiap manusia harus dihormati karena ....

a. Memiliki banyak teman

b. Kaya

c. Diciptakan menurut gambar dan rupa Allah

d. Berprestasi

Jawaban: c


5. Sikap yang perlu dihindari dalam pergaulan adalah ....

a. Peduli

b. Toleransi

c. Bullying

d. Kerja sama

Jawaban: c


B. Uraian

  1. Jelaskan pengertian etika pergaulan menurut iman Katolik.

  2. Sebutkan lima ciri pergaulan yang sehat.

  3. Mengapa kita harus menghormati setiap orang?

  4. Bagaimana etika menggunakan media sosial sebagai murid Kristus?

  5. Tuliskan tiga komitmen yang akan kamu lakukan untuk membangun pergaulan yang sehat.


Doa Penutup

Allah Bapa yang Mahakasih, kami bersyukur atas sahabat-sahabat yang Engkau hadirkan dalam hidup kami. Bantulah kami agar mampu membangun pergaulan yang sehat, penuh kasih, saling menghormati, dan bertanggung jawab. Jauhkanlah kami dari sikap yang melukai sesama, baik melalui perkataan, tindakan, maupun media sosial. Semoga kami menjadi sahabat yang membawa damai dan sukacita, serta mencerminkan kasih Kristus dalam kehidupan sehari-hari. Demi Kristus Tuhan kami. Amin.

Penguatan Karakter dan Profil Lulusan

Melalui materi ini, peserta didik diharapkan mampu membangun pergaulan yang berlandaskan kasih, penghormatan terhadap martabat manusia, kejujuran, tanggung jawab, dan toleransi. Dengan demikian, mereka dapat menjadi remaja Katolik yang berkarakter, bijaksana dalam berinteraksi secara langsung maupun digital, serta menghadirkan nilai-nilai Injil di keluarga, sekolah, Gereja, dan masyarakat.

Materi 9.5 Katolik

 

MATERI PEMBELAJARAN

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti

Kelas IX SMP Negeri 2 Pandak

Materi: Menjadi Garam dan Terang Dunia

Fase: D (Kurikulum Merdeka)
Alokasi Waktu: 2 × 40 Menit


Capaian Pembelajaran

Peserta didik memahami bahwa sebagai murid Yesus Kristus mereka dipanggil untuk menjadi garam dan terang dunia dengan menghayati nilai-nilai Injil dalam kehidupan sehari-hari. Peserta didik mampu mewujudkan iman melalui sikap kasih, kejujuran, tanggung jawab, kepedulian, dan pelayanan di keluarga, sekolah, Gereja, dan masyarakat.


Tujuan Pembelajaran

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan makna menjadi garam dan terang dunia menurut ajaran Yesus.

  2. Mengidentifikasi sikap-sikap yang mencerminkan hidup sebagai murid Kristus.

  3. Menjelaskan pentingnya menjadi teladan di lingkungan keluarga, sekolah, Gereja, masyarakat, dan dunia digital.

  4. Menyusun komitmen untuk menjadi pribadi yang membawa kebaikan bagi sesama.


A. Pengantar

Setiap hari kita menggunakan garam untuk memberi rasa pada makanan dan lampu untuk menerangi ruangan yang gelap. Garam bekerja tanpa terlihat, tetapi kehadirannya sangat penting. Demikian juga cahaya, walaupun kecil, mampu mengusir kegelapan.

Dalam Injil, Yesus menggunakan kedua gambaran ini untuk menjelaskan peran para pengikut-Nya. Orang yang percaya kepada Kristus dipanggil menjadi "garam" yang membawa pengaruh baik dan "terang" yang menunjukkan jalan menuju kebenaran.

Bagi remaja, panggilan ini diwujudkan melalui kejujuran, kepedulian, semangat belajar, penggunaan media sosial yang bertanggung jawab, dan keberanian melakukan yang benar meskipun tidak selalu mudah.


B. Sabda Tuhan

Matius 5:13–16

"Kamu adalah garam dunia.... Kamu adalah terang dunia.... Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di surga."


C. Makna Sabda Tuhan

1. Garam Dunia

Pada zaman Yesus, garam memiliki beberapa fungsi penting:

  • Memberi rasa.

  • Mengawetkan makanan.

  • Menjaga makanan agar tidak cepat rusak.

Sebagai murid Kristus, kita dipanggil menjadi "garam" dengan:

  • Membawa semangat kebaikan.

  • Menjaga persaudaraan.

  • Menjadi pengaruh positif.

  • Menolak kebohongan dan ketidakadilan.


2. Terang Dunia

Terang berfungsi:

  • Mengusir kegelapan.

  • Menunjukkan arah.

  • Memberikan rasa aman.

Sebagai terang dunia, orang beriman dipanggil untuk:

  • Menjadi teladan.

  • Mengajak orang berbuat baik.

  • Menunjukkan kasih Kristus melalui tindakan nyata.

  • Memberikan harapan kepada sesama.


D. Menjadi Garam dan Terang dalam Kehidupan Sehari-hari

Di Keluarga

  • Menghormati orang tua.

  • Membantu pekerjaan rumah.

  • Bersikap sopan.

  • Menjaga kerukunan dengan saudara.

  • Berdoa bersama keluarga.


Di Sekolah

  • Belajar dengan sungguh-sungguh.

  • Menghormati guru.

  • Tidak menyontek.

  • Tidak melakukan bullying.

  • Menolong teman yang mengalami kesulitan.

  • Menjaga kebersihan sekolah.


Di Gereja

  • Mengikuti Perayaan Ekaristi.

  • Aktif dalam kegiatan Orang Muda Katolik (OMK) atau lingkungan.

  • Ikut melayani sesuai kemampuan.

  • Mengembangkan hidup doa.


Di Masyarakat

  • Menghormati perbedaan.

  • Menjaga kerukunan.

  • Ikut kerja bakti.

  • Membantu tetangga yang membutuhkan.

  • Peduli terhadap lingkungan hidup.


Di Media Sosial

Remaja Katolik juga dipanggil menjadi garam dan terang di dunia digital.

Contohnya:

  • Menyebarkan informasi yang benar.

  • Menghindari ujaran kebencian.

  • Tidak menyebarkan hoaks.

  • Menggunakan bahasa yang sopan.

  • Mengunggah konten yang membangun dan menginspirasi.


E. Tantangan Menjadi Garam dan Terang

Beberapa tantangan yang dihadapi remaja saat ini antara lain:

  • Pengaruh teman sebaya.

  • Keinginan untuk diterima oleh kelompok.

  • Bullying.

  • Penyalahgunaan media sosial.

  • Sikap egois dan individualis.

  • Konsumerisme dan gaya hidup berlebihan.

Sebagai murid Kristus, kita diajak tetap teguh pada nilai-nilai Injil dan berani memilih yang benar.


F. Sikap yang Harus Dikembangkan

Agar menjadi garam dan terang dunia, peserta didik perlu mengembangkan sikap:

  • Beriman kepada Kristus.

  • Jujur.

  • Bertanggung jawab.

  • Disiplin.

  • Rendah hati.

  • Peduli kepada sesama.

  • Mengampuni.

  • Mencintai lingkungan.

  • Menghargai keberagaman.

  • Menjadi pembawa damai.


G. Tokoh Teladan

Banyak orang kudus menjadi contoh hidup sebagai garam dan terang dunia, di antaranya:

  • Santa Teresa dari Kalkuta (Bunda Teresa), yang melayani orang miskin dan sakit dengan penuh kasih.

  • Santo Fransiskus dari Assisi, yang hidup sederhana, mencintai sesama, dan menjaga alam ciptaan.

  • Santo Yohanes Paulus II, yang mengajak kaum muda untuk berani menjadi saksi Kristus di tengah dunia.

Mereka menunjukkan bahwa terang Kristus dapat diwujudkan melalui tindakan kasih yang sederhana tetapi berdampak besar.


H. Refleksi

Renungkan pertanyaan berikut.

  1. Apakah aku sudah menjadi garam dan terang di sekolah?

  2. Sikap apa yang perlu kuperbaiki?

  3. Bagaimana aku menggunakan media sosial sebagai sarana membawa kebaikan?

  4. Apa tindakan nyata yang akan kulakukan minggu ini untuk menjadi saksi Kristus?


I. Aktivitas Pembelajaran

Aktivitas 1 – Diskusi Kelompok

Diskusikan kasus berikut.

Seorang teman sering diejek karena berasal dari keluarga sederhana. Banyak siswa hanya diam.

Pertanyaan:

  1. Bagaimana sikap seorang murid Kristus?

  2. Apa arti menjadi garam dan terang dalam situasi tersebut?

  3. Apa tindakan yang dapat dilakukan agar semua teman merasa dihargai?


Aktivitas 2 – Refleksi Pribadi

Tuliskan:

Tiga sikap baik yang sudah kulakukan

Tiga hal yang masih perlu kuperbaiki

Komitmenku minggu ini


Aktivitas 3 – Proyek Aksi Nyata

Selama satu minggu lakukan minimal lima tindakan sebagai garam dan terang dunia, misalnya:

  • Membantu teman belajar.

  • Menjaga kebersihan kelas.

  • Menghibur teman yang sedang sedih.

  • Membantu orang tua di rumah.

  • Membagikan pesan positif di media sosial.

  • Mengurangi penggunaan gawai untuk hal yang tidak bermanfaat.

Tuliskan pengalamanmu dalam jurnal refleksi.


J. Nilai-Nilai yang Dikembangkan

  • Iman.

  • Kasih.

  • Kejujuran.

  • Kepedulian.

  • Tanggung jawab.

  • Kerja sama.

  • Disiplin.

  • Pelayanan.

  • Toleransi.

  • Kepemimpinan.

  • Cinta lingkungan.


K. Rangkuman

  • Yesus memanggil setiap murid-Nya menjadi garam dan terang dunia.

  • Garam melambangkan pengaruh yang baik, sedangkan terang melambangkan teladan yang membawa orang kepada Allah.

  • Menjadi garam dan terang diwujudkan melalui kasih, kejujuran, tanggung jawab, pelayanan, dan kepedulian.

  • Kehidupan keluarga, sekolah, Gereja, masyarakat, dan media sosial merupakan tempat untuk mewujudkan nilai-nilai Injil.

  • Remaja Katolik dipanggil menjadi pembawa damai, harapan, dan kasih Kristus di tengah dunia.


L. Evaluasi

A. Pilihan Ganda

1. Menurut Matius 5:13–16, murid Yesus dipanggil menjadi ....

a. Raja dunia

b. Garam dan terang dunia

c. Pemimpin bangsa

d. Orang yang terkenal

Jawaban: b


2. Garam melambangkan ....

a. Kekuasaan

b. Kekayaan

c. Pengaruh yang baik

d. Kekuatan fisik

Jawaban: c


3. Contoh menjadi terang dunia di sekolah adalah ....

a. Menyontek saat ujian

b. Membantu teman yang kesulitan belajar

c. Mengejek teman

d. Melanggar tata tertib

Jawaban: b


4. Salah satu bentuk menjadi garam dan terang di media sosial adalah ....

a. Menyebarkan hoaks

b. Menghina orang lain

c. Membagikan informasi yang benar dan membangun

d. Membuat komentar yang menyakiti

Jawaban: c


5. Tujuan menjadi garam dan terang dunia adalah ....

a. Mencari pujian

b. Menjadi terkenal

c. Memuliakan Allah melalui perbuatan baik

d. Mendapatkan keuntungan

Jawaban: c


B. Uraian

  1. Jelaskan makna menjadi garam dan terang dunia menurut ajaran Yesus.

  2. Sebutkan lima contoh menjadi garam dan terang di sekolah.

  3. Mengapa remaja Katolik juga dipanggil menjadi terang di media sosial?

  4. Sebutkan nilai-nilai Kristiani yang harus dimiliki agar dapat menjadi garam dan terang dunia.

  5. Tuliskan tiga tindakan nyata yang akan kamu lakukan minggu ini untuk menjadi garam dan terang dunia.


Doa Penutup

Allah Bapa yang Mahakasih, kami bersyukur karena Engkau memanggil kami menjadi garam dan terang dunia. Bantulah kami agar mampu hidup sesuai dengan ajaran Yesus melalui sikap jujur, penuh kasih, peduli, dan bertanggung jawab. Semoga melalui perkataan dan perbuatan kami, semakin banyak orang merasakan kasih-Mu dan memuliakan nama-Mu. Demi Kristus Tuhan kami. Amin.

Penguatan Profil Lulusan

Melalui materi ini, peserta didik diharapkan mampu menjadi pribadi yang beriman, berintegritas, peduli terhadap sesama, menghargai keberagaman, bertanggung jawab, dan bijaksana dalam menggunakan media digital. Dengan demikian, mereka sungguh menjadi garam dan terang dunia, menghadirkan kasih Kristus dalam keluarga, sekolah, Gereja, masyarakat, dan lingkungan digital.

Materi 9.4 Katolik

Berikut materi Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas IX SMP dengan topik “Ajaran Sosial Gereja”, disusun sesuai semangat Kurikulum Merdeka dan dapat digunakan untuk pembelajaran 2 × 40 menit.

MATERI PEMBELAJARAN

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti

Kelas IX SMP Negeri 2 Pandak

Materi: Ajaran Sosial Gereja

Capaian Pembelajaran

Peserta didik memahami bahwa Gereja tidak hanya mengajarkan iman dan ibadat, tetapi juga memberikan pedoman hidup bermasyarakat melalui Ajaran Sosial Gereja (ASG). Peserta didik mampu menerapkan nilai-nilai keadilan, kasih, solidaritas, dan kepedulian terhadap sesama dalam kehidupan sehari-hari.

Tujuan Pembelajaran

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  • Menjelaskan pengertian Ajaran Sosial Gereja.

  • Memahami prinsip-prinsip dasar Ajaran Sosial Gereja.

  • Mengidentifikasi masalah sosial di lingkungan sekitar.

  • Menunjukkan sikap peduli, adil, dan bertanggung jawab terhadap sesama dan lingkungan.

A. Pengantar

Di sekitar kita masih terdapat berbagai persoalan sosial, seperti kemiskinan, ketidakjujuran, perundungan (bullying), kerusakan lingkungan, dan kurangnya kepedulian terhadap sesama. Sebagai orang beriman, kita tidak boleh hanya memikirkan diri sendiri, tetapi juga peduli terhadap kehidupan bersama.

Gereja Katolik mengajarkan bahwa iman harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Karena itu, Gereja mengembangkan Ajaran Sosial Gereja (ASG), yaitu ajaran yang membantu umat beriman hidup adil, menghormati martabat manusia, dan membangun masyarakat yang lebih baik.

B. Sabda Tuhan

Matius 25:40

“Segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.”

Makna Sabda Tuhan

  • Yesus hadir dalam diri sesama, terutama yang lemah dan menderita.

  • Kasih kepada Allah diwujudkan melalui kasih kepada sesama.

  • Orang beriman dipanggil untuk peduli dan melayani.

C. Pengertian Ajaran Sosial Gereja

Ajaran Sosial Gereja (ASG) adalah ajaran Gereja Katolik tentang bagaimana manusia harus hidup bersama secara adil, damai, dan bermartabat sesuai kehendak Allah.

Ajaran ini membantu umat beriman menghadapi persoalan sosial, ekonomi, budaya, politik, dan lingkungan dengan terang Injil.

Iman kepada Kristus harus tampak dalam kepedulian terhadap sesama dan dunia. Tidak cukup hanya rajin berdoa; kita juga dipanggil untuk berbuat baik, membela yang lemah, dan menjaga ciptaan Tuhan.

D. Prinsip-Prinsip Dasar Ajaran Sosial Gereja

1. Martabat Manusia

Setiap manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah. Karena itu setiap orang memiliki martabat yang sama dan harus dihormati.

Contoh:

  • Tidak mengejek teman.

  • Menghargai perbedaan.

  • Menolak bullying.

2. Kesejahteraan Bersama

Setiap orang dipanggil untuk ikut menciptakan kehidupan yang baik bagi semua, bukan hanya untuk dirinya sendiri.

Contoh:

  • Menjaga kebersihan kelas.

  • Kerja bakti lingkungan.

  • Menggunakan fasilitas umum dengan baik.

3. Solidaritas

Solidaritas berarti merasa sebagai saudara dan mau membantu sesama yang mengalami kesulitan.

Contoh:

  • Membantu teman yang kesulitan belajar.

  • Ikut penggalangan dana sosial.

  • Peduli kepada korban bencana.

4. Tanggung Jawab terhadap Ciptaan

Alam adalah anugerah Allah yang harus dijaga bersama.

Contoh:

  • Membuang sampah pada tempatnya.

  • Mengurangi penggunaan plastik.

  • Menanam pohon dan merawat lingkungan.

E. Ajaran Sosial Gereja dalam Kehidupan Remaja

Sebagai pelajar SMP, kita dapat menerapkan ASG melalui hal-hal sederhana.

Di Rumah

  • Menghormati orang tua.

  • Membantu pekerjaan rumah.

  • Tidak egois terhadap saudara.

Di Sekolah

  • Tidak menyontek.

  • Tidak melakukan bullying.

  • Menghargai guru dan teman.

  • Menjaga kebersihan sekolah.

Di Masyarakat

  • Ikut kerja bakti.

  • Menghormati tetangga.

  • Membantu orang yang membutuhkan.

Di Media Sosial

  • Tidak menyebarkan hoaks.

  • Tidak menghina orang lain.

  • Menyebarkan pesan positif.

F. Masalah Sosial di Sekitar Kita

Beberapa masalah sosial yang sering ditemui remaja:

Masalah

Sikap Kristiani

Bullying

Melindungi dan mendukung korban

Ketidakjujuran

Bersikap jujur

Sampah

Menjaga kebersihan

Kemalasan

Bertanggung jawab

Intoleransi

Menghargai perbedaan

Ajaran Sosial Gereja mengajak kita menjadi bagian dari solusi, bukan menambah masalah.

G. Refleksi

Renungkan pertanyaan berikut:

  • Apakah aku sudah menghargai martabat setiap orang?

  • Apakah aku peduli terhadap teman yang kesulitan?

  • Bagaimana sikapku terhadap lingkungan?

  • Tindakan apa yang akan kulakukan agar hidupku semakin sesuai dengan ajaran Gereja?

H. Aktivitas Pembelajaran

Aktivitas 1 – Diskusi Kelompok

Diskusikan:

Di sekolah ada seorang siswa yang sering diejek karena penampilannya dan jarang diajak bermain.

Pertanyaan:

  • Apakah tindakan mengejek sesuai dengan Ajaran Sosial Gereja?

  • Bagaimana seharusnya seorang murid Kristus bersikap?

  • Apa yang dapat dilakukan agar kelas menjadi lebih ramah dan menghargai semua orang?

Aktivitas 2 – Proyek Kepedulian

Pilih salah satu kegiatan berikut:

  • Membersihkan lingkungan sekolah.

  • Mengumpulkan buku layak baca untuk dibagikan.

  • Membantu teman belajar.

  • Mengurangi penggunaan plastik selama seminggu.

Tuliskan pengalaman dan pelajaran yang diperoleh.

I. Nilai-Nilai yang Dikembangkan

  • Iman

  • Kasih

  • Keadilan

  • Solidaritas

  • Kepedulian

  • Kejujuran

  • Tanggung jawab

  • Toleransi

  • Kerja sama

  • Cinta lingkungan

J. Rangkuman

  • Ajaran Sosial Gereja adalah pedoman Gereja untuk hidup bersama secara adil dan bermartabat.

  • Prinsip dasarnya meliputi martabat manusia, kesejahteraan bersama, solidaritas, dan tanggung jawab terhadap ciptaan.

  • Iman kepada Kristus harus diwujudkan dalam tindakan nyata.

  • Remaja Katolik dipanggil menjadi pribadi yang jujur, peduli, adil, dan bertanggung jawab.

  • Kehidupan sehari-hari di rumah, sekolah, masyarakat, dan media sosial menjadi tempat untuk menghidupi Ajaran Sosial Gereja.

K. Evaluasi

A. Pilihan Ganda

1. Ajaran Sosial Gereja mengajarkan tentang ....

Jawaban: b

2. Setiap manusia harus dihormati karena ....

Jawaban: b

3. Sikap solidaritas ditunjukkan dengan ....

Jawaban: b

4. Salah satu bentuk tanggung jawab terhadap ciptaan adalah ....

Jawaban: c

5. Sebagai pelajar Katolik, salah satu penerapan ASG di sekolah adalah ....

Jawaban: c

B. Uraian

  • Jelaskan pengertian Ajaran Sosial Gereja.

  • Sebutkan empat prinsip dasar Ajaran Sosial Gereja.

  • Mengapa martabat manusia harus dihormati?

  • Berikan tiga contoh solidaritas dalam kehidupan remaja.

  • Tuliskan tiga tindakan nyata yang akan kamu lakukan untuk menerapkan Ajaran Sosial Gereja.

Doa Penutup

Allah Bapa yang Mahakasih, Engkau menciptakan semua manusia dengan martabat yang luhur. Bantulah kami agar mampu menghargai setiap orang, peduli kepada sesama, memperjuangkan keadilan, dan menjaga lingkungan sebagai rumah bersama. Semoga melalui hidup kami, kasih Kristus semakin nyata di keluarga, sekolah, Gereja, dan masyarakat. Demi Kristus Tuhan kami. Amin.

Pesan Penutup

Sebagai peserta didik kelas IX, marilah kita menyadari bahwa iman Katolik tidak hanya diwujudkan dalam doa dan ibadat, tetapi juga dalam kepedulian terhadap sesama dan tanggung jawab terhadap dunia. Dengan hidup jujur, peduli, adil, dan menjaga lingkungan, kita ikut menghadirkan Kerajaan Allah di tengah masyarakat.

Materi 9.3 Katolik

 

MATERI PEMBELAJARAN

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti

Kelas IX SMP Negeri 2 Pandak

Materi: Gereja di Tengah Dunia

Fase: D (Kurikulum Merdeka)
Alokasi Waktu: 2 × 40 Menit


Capaian Pembelajaran

Peserta didik memahami bahwa Gereja sebagai Umat Allah dipanggil untuk melanjutkan karya keselamatan Kristus di tengah dunia. Peserta didik mampu menunjukkan peran serta sebagai anggota Gereja melalui sikap pelayanan, persaudaraan, kepedulian, dan tanggung jawab dalam keluarga, sekolah, Gereja, dan masyarakat.


Tujuan Pembelajaran

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan pengertian Gereja sebagai Umat Allah.

  2. Memahami tugas dan perutusan Gereja di tengah dunia.

  3. Mengidentifikasi bentuk-bentuk pelayanan Gereja dalam kehidupan masyarakat.

  4. Menunjukkan sikap aktif sebagai anggota Gereja yang membawa kasih, damai, dan keadilan.


A. Pengantar

Ketika mendengar kata Gereja, banyak orang langsung membayangkan sebuah bangunan tempat umat beribadah. Padahal, dalam iman Katolik, Gereja bukan hanya gedung atau tempat ibadah, melainkan persekutuan umat beriman yang percaya kepada Yesus Kristus.

Melalui Sakramen Baptis, setiap orang Katolik menjadi anggota Gereja dan dipanggil untuk ikut serta dalam tugas perutusan Kristus. Gereja hadir bukan hanya untuk dirinya sendiri, tetapi untuk melayani dunia dengan mewartakan Injil, membangun persaudaraan, memperjuangkan keadilan, serta menjadi tanda kasih Allah bagi semua orang.

Sebagai pelajar, kita pun memiliki peran untuk menghadirkan nilai-nilai Kristiani di lingkungan keluarga, sekolah, Gereja, dan masyarakat.


B. Sabda Tuhan

Matius 5:13–16

"Kamu adalah garam dunia... Kamu adalah terang dunia... Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang."

Makna Sabda Tuhan

  • Murid Kristus dipanggil membawa pengaruh yang baik bagi dunia.

  • Kehadiran orang beriman harus membawa harapan, damai, dan kasih.

  • Gereja menjadi saksi Kristus melalui kehidupan umatnya.


Matius 28:19–20

"Pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku..."

Makna

Yesus mengutus Gereja untuk mewartakan Injil kepada seluruh dunia melalui perkataan dan tindakan.


C. Apa Itu Gereja?

Kata Gereja berasal dari bahasa Yunani ekklesia, yang berarti orang-orang yang dipanggil dan dihimpun oleh Allah.

Gereja adalah:

  • Persekutuan umat beriman.

  • Tubuh Kristus.

  • Umat Allah.

  • Bait Roh Kudus.

Karena itu, Gereja bukan hanya para imam, uskup, atau biarawan-biarawati. Semua orang yang telah dibaptis adalah anggota Gereja dan memiliki tanggung jawab sesuai dengan panggilannya.


D. Tugas Gereja di Tengah Dunia

Gereja mempunyai beberapa tugas utama.

1. Pewartaan (Kerygma)

Gereja mewartakan Kabar Gembira tentang Yesus Kristus.

Contoh:

  • Katekese.

  • Pendalaman Kitab Suci.

  • Pendidikan iman.

  • Menjadi teladan hidup Kristiani.


2. Persekutuan (Koinonia)

Gereja membangun persaudaraan dan kebersamaan.

Contoh:

  • Lingkungan atau wilayah.

  • Orang Muda Katolik (OMK).

  • Kerja sama dalam kegiatan Gereja.

  • Saling mendukung dalam suka dan duka.


3. Pelayanan (Diakonia)

Yesus datang untuk melayani. Gereja melanjutkan semangat pelayanan tersebut.

Contoh:

  • Membantu orang miskin.

  • Mengunjungi orang sakit.

  • Kegiatan sosial.

  • Bantuan kepada korban bencana.


4. Liturgi (Leitourgia)

Gereja menguduskan umat melalui ibadat dan sakramen.

Contoh:

  • Perayaan Ekaristi.

  • Sakramen Baptis.

  • Sakramen Tobat.

  • Doa bersama.

  • Ibadat lingkungan.


E. Peran Gereja di Tengah Dunia

Gereja hadir untuk:

Menjadi Pembawa Damai

Mengajak masyarakat hidup rukun dan saling menghormati.

Membela Martabat Manusia

Menghormati hak setiap manusia tanpa membedakan suku, agama, budaya, maupun status sosial.

Menjaga Keutuhan Ciptaan

Mendorong umat menjaga lingkungan sebagai wujud syukur kepada Allah.

Membantu Kaum Lemah

Memberikan perhatian kepada orang miskin, sakit, lanjut usia, penyandang disabilitas, dan mereka yang mengalami kesulitan.

Menjadi Teladan Moral

Mengajak masyarakat hidup jujur, adil, dan bertanggung jawab.


F. Peran Remaja dalam Gereja

Sebagai pelajar SMP, kita dapat mengambil bagian dalam kehidupan Gereja dengan cara:

Di Keluarga

  • Berdoa bersama.

  • Menghormati orang tua.

  • Menjadi pembawa damai.

Di Sekolah

  • Menghormati guru.

  • Tidak melakukan bullying.

  • Bersikap jujur.

  • Menjadi teladan bagi teman.

Di Gereja

  • Mengikuti Misa setiap Minggu.

  • Aktif dalam kegiatan OMK atau lingkungan.

  • Membantu pelayanan sesuai kemampuan.

  • Mengikuti kegiatan pendalaman iman.

Di Masyarakat

  • Ikut kerja bakti.

  • Peduli kepada tetangga.

  • Menjaga kerukunan.

  • Menghargai keberagaman.


G. Tantangan Gereja di Zaman Sekarang

Beberapa tantangan yang dihadapi Gereja antara lain:

  • Individualisme.

  • Perundungan (bullying).

  • Penyalahgunaan media sosial.

  • Ketidakpedulian terhadap sesama.

  • Kerusakan lingkungan.

  • Intoleransi.

  • Konsumerisme.

Sebagai anggota Gereja, kita dipanggil untuk menjadi bagian dari solusi dengan menghadirkan kasih Kristus melalui tindakan nyata.


H. Refleksi

Renungkan pertanyaan berikut.

  1. Apa arti Gereja bagiku?

  2. Bagaimana aku dapat berperan aktif dalam kehidupan Gereja?

  3. Apakah aku sudah menjadi "garam dan terang dunia" di sekolah?

  4. Apa tindakan nyata yang akan kulakukan untuk melayani sesama?


I. Aktivitas Pembelajaran

Aktivitas 1 – Diskusi Kelompok

Diskusikan pertanyaan berikut.

Mengapa Gereja tidak hanya dipahami sebagai bangunan?

Bagaimana Gereja dapat menjadi tanda kasih Allah di masyarakat?

Presentasikan hasil diskusi kelompok.


Aktivitas 2 – Studi Kasus

Di lingkungan tempat tinggalmu akan diadakan kerja bakti membersihkan selokan dan menanam pohon.

Pertanyaan:

  1. Mengapa sebagai anggota Gereja kita perlu ikut serta?

  2. Nilai Kristiani apa yang diwujudkan dalam kegiatan tersebut?

  3. Apa manfaat kegiatan itu bagi masyarakat?


Aktivitas 3 – Proyek Pelayanan

Selama satu minggu lakukan salah satu kegiatan berikut:

  • Membantu tetangga yang membutuhkan.

  • Membersihkan lingkungan.

  • Mengunjungi orang sakit bersama keluarga.

  • Membantu kegiatan di Gereja.

  • Mengikuti kerja bakti.

Tuliskan pengalamanmu dalam jurnal refleksi.


J. Nilai-Nilai yang Dikembangkan

  • Iman.

  • Kasih.

  • Kepedulian.

  • Tanggung jawab.

  • Pelayanan.

  • Kerja sama.

  • Persaudaraan.

  • Kejujuran.

  • Kepedulian terhadap lingkungan.

  • Toleransi.


K. Rangkuman

  • Gereja adalah persekutuan umat beriman yang percaya kepada Yesus Kristus.

  • Semua orang yang telah dibaptis adalah anggota Gereja dan dipanggil untuk mengambil bagian dalam perutusannya.

  • Gereja memiliki empat tugas utama, yaitu pewartaan (kerygma), persekutuan (koinonia), pelayanan (diakonia), dan liturgi (leitourgia).

  • Gereja hadir di tengah dunia untuk membawa kasih, damai, keadilan, dan harapan.

  • Remaja Katolik dapat berperan aktif melalui pelayanan, kepedulian, dan menjadi teladan di keluarga, sekolah, Gereja, dan masyarakat.


L. Evaluasi

A. Pilihan Ganda

1. Gereja dalam arti iman Katolik adalah ....

a. Gedung tempat ibadah

b. Persekutuan umat beriman

c. Tempat wisata

d. Organisasi sosial

Jawaban: b


2. Tugas Gereja dalam mewartakan Injil disebut ....

a. Diakonia

b. Leitourgia

c. Kerygma

d. Koinonia

Jawaban: c


3. Tugas Gereja dalam membangun persaudaraan disebut ....

a. Liturgi

b. Koinonia

c. Katekese

d. Evangelisasi

Jawaban: b


4. Salah satu contoh pelayanan Gereja adalah ....

a. Membantu korban bencana

b. Menyebarkan kebencian

c. Membiarkan orang menderita

d. Mengutamakan kepentingan pribadi

Jawaban: a


5. Sebagai pelajar Katolik, salah satu bentuk keikutsertaan dalam tugas Gereja adalah ....

a. Menjadi pelaku perundungan

b. Menolak kerja sama

c. Mengikuti kegiatan Gereja dan melayani sesama

d. Bersikap acuh terhadap lingkungan

Jawaban: c


B. Uraian

  1. Jelaskan pengertian Gereja sebagai Umat Allah.

  2. Sebutkan dan jelaskan empat tugas utama Gereja.

  3. Mengapa Gereja disebut hadir di tengah dunia?

  4. Sebutkan tiga contoh peran remaja dalam kehidupan Gereja.

  5. Tuliskan satu komitmen yang akan kamu lakukan untuk ikut ambil bagian dalam tugas Gereja.


Doa Penutup

Allah Bapa yang Mahakasih, kami bersyukur karena Engkau memanggil kami menjadi anggota Gereja melalui Sakramen Baptis. Bantulah kami agar setia menjalankan tugas sebagai murid Kristus dengan mewartakan kasih, membangun persaudaraan, melayani sesama, dan berpartisipasi dalam kehidupan Gereja. Semoga kami menjadi garam dan terang dunia melalui perkataan dan tindakan kami di keluarga, sekolah, Gereja, dan masyarakat. Demi Kristus Tuhan kami. Amin.

Penguatan Karakter dan Profil Lulusan

Melalui materi ini, peserta didik diharapkan menyadari bahwa Gereja adalah umat Allah yang diutus ke tengah dunia, bukan hanya sebuah bangunan. Sebagai anggota Gereja, setiap peserta didik dipanggil untuk menjadi pribadi yang beriman, peduli, jujur, bertanggung jawab, mampu bekerja sama, menghargai keberagaman, serta aktif melayani sesama, sehingga kehadirannya menjadi tanda kasih Kristus di lingkungan keluarga, sekolah, Gereja, dan masyarakat.

Materi 9.2 Katolik

 

MATERI PEMBELAJARAN

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti

Kelas IX SMP Negeri 2 Pandak

Materi: Mengikuti Yesus dalam Kehidupan Sehari-hari

Fase: D (Kurikulum Merdeka)
Alokasi Waktu: 2 × 40 Menit


Capaian Pembelajaran

Peserta didik memahami bahwa sebagai orang beriman mereka dipanggil untuk menjadi murid Yesus Kristus dengan meneladani kehidupan, ajaran, dan karya-Nya. Peserta didik mampu menghayati serta mewujudkan nilai-nilai Injil dalam kehidupan sehari-hari di keluarga, sekolah, Gereja, dan masyarakat.


Tujuan Pembelajaran

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan makna mengikuti Yesus sebagai murid-Nya.

  2. Mengidentifikasi sikap-sikap Yesus yang dapat diteladani.

  3. Menjelaskan cara menghidupi ajaran Yesus dalam kehidupan sehari-hari.

  4. Menunjukkan komitmen untuk menjadi saksi Kristus melalui tindakan nyata.


A. Pengantar

Setiap orang memiliki tokoh yang dikagumi, seperti atlet, ilmuwan, tokoh nasional, atau seniman. Kekaguman itu sering mendorong seseorang untuk meniru sikap dan semangat tokoh tersebut.

Sebagai orang Katolik, teladan utama kita adalah Yesus Kristus. Mengikuti Yesus bukan sekadar mengenal kisah hidup-Nya atau menghafal ajaran-Nya, tetapi juga berusaha hidup seperti Dia. Hal itu tampak dalam cara kita berbicara, bersikap, mengambil keputusan, dan memperlakukan orang lain.

Di era digital, remaja menghadapi berbagai tantangan, seperti pengaruh media sosial, perundungan (bullying), tekanan teman sebaya, dan penyebaran informasi yang tidak benar. Karena itu, mengikuti Yesus berarti berani memilih jalan yang benar meskipun tidak selalu mudah.


B. Sabda Tuhan

Matius 4:19

"Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia."

Makna

  • Yesus mengundang setiap orang untuk menjadi murid-Nya.

  • Mengikuti Yesus berarti belajar dari-Nya dan melaksanakan kehendak Allah.

  • Murid Kristus dipanggil menjadi pembawa kabar baik bagi sesama.


Yohanes 13:34–35

"Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu."

Makna

Kasih adalah tanda utama murid Kristus. Orang lain mengenal kita sebagai pengikut Yesus melalui tindakan kasih yang nyata.


C. Apa Artinya Mengikuti Yesus?

Mengikuti Yesus berarti:

  • Percaya kepada-Nya.

  • Menaati ajaran-Nya.

  • Meneladani sikap dan perilaku-Nya.

  • Mengasihi Allah dan sesama.

  • Berani menjadi saksi iman di mana pun berada.

Mengikuti Yesus bukan hanya dilakukan saat berada di gereja, tetapi dalam seluruh aspek kehidupan.


D. Sikap-Sikap Yesus yang Patut Diteladani

1. Mengasihi Semua Orang

Yesus mengasihi setiap orang tanpa membeda-bedakan.

Contoh:

  • Bersahabat dengan siapa saja.

  • Menghargai teman yang berbeda agama, suku, atau budaya.

  • Tidak melakukan perundungan.


2. Jujur

Yesus selalu berkata benar dan melakukan kehendak Bapa.

Contoh:

  • Tidak menyontek saat ujian.

  • Mengembalikan barang yang ditemukan.

  • Berani mengakui kesalahan.


3. Rendah Hati

Yesus datang untuk melayani, bukan untuk dilayani.

Contoh:

  • Mau membantu tanpa diminta.

  • Tidak menyombongkan prestasi.

  • Menghargai pendapat orang lain.


4. Mengampuni

Yesus mengajarkan agar kita mau mengampuni.

Contoh:

  • Berdamai setelah bertengkar.

  • Tidak menyimpan dendam.

  • Memberi kesempatan kepada teman untuk memperbaiki diri.


5. Peduli kepada Sesama

Yesus memperhatikan orang yang sakit, miskin, dan menderita.

Contoh:

  • Menolong teman yang kesulitan belajar.

  • Mengunjungi teman yang sakit.

  • Berbagi dengan orang yang membutuhkan.


E. Mengikuti Yesus dalam Kehidupan Sehari-hari

Di Keluarga

  • Menghormati orang tua.

  • Membantu pekerjaan rumah.

  • Bersikap sopan kepada saudara.

  • Berdoa bersama keluarga.


Di Sekolah

  • Belajar dengan sungguh-sungguh.

  • Menghormati guru.

  • Menjaga kebersihan sekolah.

  • Tidak menyontek.

  • Tidak melakukan bullying.


Di Gereja

  • Mengikuti Misa setiap hari Minggu.

  • Aktif dalam kegiatan lingkungan atau Orang Muda Katolik (OMK).

  • Mengikuti pendalaman iman.

  • Bersedia melayani sesuai kemampuan.


Di Masyarakat

  • Menghormati tetangga.

  • Menjaga kerukunan.

  • Ikut kerja bakti.

  • Peduli terhadap lingkungan.


Di Media Sosial

Mengikuti Yesus juga diwujudkan melalui penggunaan media sosial yang bijaksana.

Contohnya:

  • Tidak menyebarkan berita bohong.

  • Tidak menghina atau mengejek orang lain.

  • Menggunakan bahasa yang sopan.

  • Membagikan informasi yang bermanfaat.

  • Menjadi pembawa damai dalam ruang digital.


F. Tantangan Mengikuti Yesus

Beberapa tantangan yang sering dihadapi remaja:

  • Pengaruh pergaulan yang negatif.

  • Tekanan teman sebaya.

  • Keinginan untuk diterima oleh kelompok.

  • Penyalahgunaan media sosial.

  • Sikap egois dan individualis.

Sebagai murid Kristus, kita diajak tetap berpegang pada nilai-nilai Injil meskipun menghadapi berbagai tantangan.


G. Refleksi

Renungkan pertanyaan berikut.

  1. Apakah aku sudah menunjukkan kasih kepada orang lain?

  2. Sikap Yesus apa yang paling ingin kuteladani?

  3. Tantangan apa yang paling sering kuhadapi dalam mengikuti Yesus?

  4. Apa komitmenku agar semakin setia menjadi murid Kristus?


H. Aktivitas Pembelajaran

Aktivitas 1 – Diskusi Kelompok

Diskusikan kasus berikut.

Seorang teman menjadi bahan ejekan di media sosial karena penampilannya. Banyak teman ikut memberikan komentar negatif.

Pertanyaan:

  1. Apakah tindakan tersebut sesuai dengan ajaran Yesus?

  2. Bagaimana seharusnya seorang murid Kristus bersikap?

  3. Apa yang dapat dilakukan agar media sosial menjadi tempat yang membawa kebaikan?


Aktivitas 2 – Refleksi Pribadi

Tuliskan:

  • Tiga sikap Yesus yang sudah kamu lakukan.

  • Tiga sikap yang masih perlu kamu perbaiki.

  • Satu tindakan nyata yang akan kamu lakukan minggu ini.


Aktivitas 3 – Proyek Aksi Nyata

Selama satu minggu lakukan minimal lima tindakan kasih, misalnya:

  • Membantu orang tua.

  • Menemani teman yang sedang sedih.

  • Mengucapkan kata-kata yang membangun.

  • Mengurangi penggunaan media sosial yang tidak bermanfaat.

  • Berdoa setiap hari.

Tuliskan pengalamanmu dalam jurnal refleksi.


I. Nilai-Nilai yang Dikembangkan

  • Iman.

  • Kasih.

  • Kejujuran.

  • Kerendahan hati.

  • Kepedulian.

  • Pengampunan.

  • Tanggung jawab.

  • Disiplin.

  • Semangat melayani.

  • Toleransi.


J. Rangkuman

  • Yesus mengundang setiap orang menjadi murid-Nya.

  • Mengikuti Yesus berarti meneladani hidup dan ajaran-Nya.

  • Kasih adalah ciri utama seorang murid Kristus.

  • Mengikuti Yesus diwujudkan dalam keluarga, sekolah, Gereja, masyarakat, dan dunia digital.

  • Remaja Katolik dipanggil menjadi saksi Kristus melalui perkataan, sikap, dan tindakan yang mencerminkan nilai-nilai Injil.


K. Evaluasi

A. Pilihan Ganda

1. Mengikuti Yesus berarti ....

a. Menghafal doa saja

b. Meneladani kehidupan dan ajaran-Nya

c. Rajin ke gereja tanpa perubahan hidup

d. Menjadi terkenal

Jawaban: b


2. Ciri utama murid Kristus adalah ....

a. Pintar berbicara

b. Memiliki banyak teman

c. Saling mengasihi

d. Menjadi pemimpin

Jawaban: c


3. Salah satu contoh mengikuti Yesus di sekolah adalah ....

a. Menyontek saat ujian

b. Membantu teman belajar

c. Mengejek teman

d. Melanggar tata tertib

Jawaban: b


4. Mengikuti Yesus di media sosial berarti ....

a. Menyebarkan gosip

b. Menghina orang lain

c. Menggunakan media sosial secara bertanggung jawab

d. Membuat komentar yang menyakiti orang lain

Jawaban: c


5. Yesus mengajarkan agar murid-murid-Nya ....

a. Membalas kejahatan

b. Saling mengasihi

c. Mencari keuntungan sendiri

d. Menjauhi orang lain

Jawaban: b


B. Uraian

  1. Jelaskan makna mengikuti Yesus dalam kehidupan sehari-hari.

  2. Sebutkan lima sikap Yesus yang dapat diteladani.

  3. Mengapa kasih menjadi ciri utama seorang murid Kristus?

  4. Bagaimana cara mengikuti Yesus di sekolah dan media sosial?

  5. Tuliskan tiga komitmen yang akan kamu lakukan agar semakin setia mengikuti Yesus.


Doa Penutup

Allah Bapa yang Mahakasih, kami bersyukur atas teladan Putra-Mu, Yesus Kristus. Bantulah kami agar semakin setia mengikuti-Nya melalui hidup yang penuh kasih, kejujuran, kerendahan hati, dan kepedulian terhadap sesama. Kuatkanlah kami agar berani menjadi saksi Kristus di keluarga, sekolah, Gereja, masyarakat, dan dunia digital. Semoga melalui hidup kami, semakin banyak orang merasakan kasih dan damai-Mu. Demi Kristus Tuhan kami. Amin.

Penguatan Karakter

Melalui materi ini, peserta didik diharapkan semakin memahami bahwa mengikuti Yesus bukan hanya tentang pengetahuan iman, tetapi juga tentang menghidupi nilai-nilai Injil dalam tindakan nyata. Dengan menjadi pribadi yang jujur, peduli, rendah hati, bertanggung jawab, dan pembawa damai, peserta didik ikut menghadirkan kasih Kristus di tengah keluarga, sekolah, Gereja, masyarakat, dan dunia digital.

Materi 9.6 Katolik

  MATERI PEMBELAJARAN Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas IX SMP Negeri 2 Pandak Materi: Etika Pergaulan Remaja Satuan Pendidika...