MATERI PEMBELAJARAN
Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti
Kelas IX SMP Negeri 2 Pandak
Materi: Etika Pergaulan Remaja
Satuan Pendidikan: SMP Negeri 2 Pandak
Kelas/Fase: IX / Fase D (Kurikulum Merdeka)
Alokasi Waktu: 2 × 40 Menit
Capaian Pembelajaran
Peserta didik memahami bahwa setiap manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah serta memiliki martabat yang harus dihormati. Peserta didik mampu membangun pergaulan yang sehat, bertanggung jawab, saling menghargai, serta mencerminkan nilai-nilai Injil dalam kehidupan sehari-hari.
Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:
Menjelaskan pengertian etika pergaulan remaja menurut iman Katolik.
Memahami pentingnya menjaga martabat diri sendiri dan orang lain dalam pergaulan.
Mengidentifikasi bentuk-bentuk pergaulan yang sehat dan yang tidak sehat.
Menunjukkan sikap sopan, bertanggung jawab, menghargai sesama, serta bijaksana dalam pergaulan nyata maupun di media digital.
A. Pengantar
Masa remaja adalah masa pertumbuhan yang ditandai dengan perubahan fisik, emosi, cara berpikir, dan hubungan sosial. Pada masa ini, teman sebaya memiliki pengaruh yang besar terhadap pembentukan karakter dan kepribadian.
Pergaulan yang baik dapat membantu remaja berkembang menjadi pribadi yang dewasa, sedangkan pergaulan yang tidak sehat dapat membawa dampak negatif, seperti kebiasaan berbohong, perundungan (bullying), penyalahgunaan media sosial, tawuran, atau perilaku yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Sebagai murid Kristus, remaja Katolik dipanggil untuk membangun persahabatan yang dilandasi kasih, saling menghormati, kejujuran, dan tanggung jawab.
B. Sabda Tuhan
Yohanes 15:12
"Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu."
Makna Sabda Tuhan
Yesus mengajarkan bahwa dasar setiap hubungan antarmanusia adalah kasih. Kasih diwujudkan dengan menghormati, menolong, mengampuni, dan menjaga martabat setiap orang.
Filipi 4:8
"Semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu."
Makna
Remaja diajak memilih hal-hal yang baik dan membangun dalam perkataan, tindakan, maupun pergaulan.
C. Pengertian Etika Pergaulan
Etika adalah pedoman tentang bagaimana seseorang bertindak dengan baik dan benar.
Etika pergaulan remaja adalah sikap dan perilaku yang mencerminkan rasa hormat, tanggung jawab, kesopanan, serta kasih kepada orang lain dalam hubungan sehari-hari.
Dalam iman Katolik, etika pergaulan berakar pada ajaran Yesus untuk mengasihi sesama seperti diri sendiri (Mat. 22:39).
D. Prinsip-Prinsip Etika Pergaulan Remaja
1. Menghormati Martabat Setiap Orang
Setiap manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah sehingga layak dihormati.
Contoh:
Tidak menghina teman.
Tidak membeda-bedakan suku, agama, atau kondisi ekonomi.
Menghargai pendapat orang lain.
2. Bersikap Jujur
Kejujuran membangun kepercayaan dalam persahabatan.
Contoh:
Tidak berbohong.
Tidak menyontek.
Berani mengakui kesalahan.
3. Bertanggung Jawab
Remaja bertanggung jawab atas perkataan dan tindakannya.
Contoh:
Menepati janji.
Menyelesaikan tugas kelompok.
Menggunakan media sosial dengan bijaksana.
4. Menghargai Perbedaan
Indonesia memiliki keberagaman agama, budaya, bahasa, dan suku.
Sebagai murid Kristus kita dipanggil untuk:
Menghargai teman yang berbeda keyakinan.
Bersikap toleran.
Menjaga persatuan.
5. Menjaga Kesopanan
Kesopanan terlihat dalam:
Cara berbicara.
Cara berpakaian sesuai situasi.
Sikap terhadap guru, orang tua, dan teman.
Penggunaan bahasa yang santun.
E. Pergaulan yang Sehat
Pergaulan yang sehat ditandai dengan:
Saling menghormati.
Saling mendukung untuk berkembang.
Jujur dan dapat dipercaya.
Tidak memaksa teman melakukan hal yang salah.
Menumbuhkan semangat belajar.
Menjaga batasan dan menghormati diri sendiri maupun orang lain.
Mendorong hidup yang positif dan bertanggung jawab.
F. Pergaulan yang Perlu Dihindari
Sebagai remaja Katolik, kita perlu menghindari:
Perundungan (bullying).
Ujaran kebencian.
Penyebaran hoaks.
Pergaulan yang mendorong perilaku melanggar hukum atau norma.
Kebiasaan berbohong.
Intoleransi.
Penyalahgunaan media sosial.
Kekerasan verbal maupun fisik.
Menghindari hal-hal tersebut merupakan bentuk penghormatan terhadap martabat manusia dan tanggung jawab sebagai murid Kristus.
G. Etika Bermedia Sosial
Media sosial merupakan bagian dari kehidupan remaja. Sebagai pengikut Kristus, kita dipanggil menjadi saksi kasih juga di dunia digital.
Sikap yang perlu dikembangkan:
Berpikir sebelum mengunggah sesuatu.
Menggunakan bahasa yang sopan.
Tidak menyebarkan berita bohong.
Menghormati privasi orang lain.
Tidak melakukan cyberbullying.
Membagikan informasi yang bermanfaat.
Menggunakan media sosial secukupnya agar tidak mengganggu belajar maupun relasi dengan keluarga.
H. Membangun Persahabatan Menurut Teladan Yesus
Yesus memberikan teladan persahabatan yang sejati.
Persahabatan menurut Yesus ditandai oleh:
Kasih.
Kesetiaan.
Kejujuran.
Kepedulian.
Pengampunan.
Kerelaan membantu sesama.
Persahabatan sejati membantu kita bertumbuh menjadi pribadi yang semakin dekat dengan Tuhan dan semakin peduli terhadap sesama.
I. Refleksi
Renungkan pertanyaan berikut.
Apakah aku sudah memperlakukan teman-temanku dengan hormat?
Pernahkah aku melukai orang lain melalui perkataan atau media sosial?
Bagaimana aku dapat menjadi sahabat yang baik menurut teladan Yesus?
Komitmen apa yang akan kulakukan agar pergaulanku semakin mencerminkan nilai-nilai Kristiani?
J. Aktivitas Pembelajaran
Aktivitas 1 – Diskusi Kelompok
Diskusikan kasus berikut.
Seorang siswa baru di kelas sering diejek karena logat bicaranya berbeda. Sebagian teman hanya menonton tanpa membantu.
Pertanyaan:
Mengapa tindakan mengejek tidak sesuai dengan ajaran Yesus?
Apa yang seharusnya dilakukan seorang murid Kristus?
Bagaimana menciptakan lingkungan sekolah yang ramah dan saling menghargai?
Aktivitas 2 – Refleksi Pribadi
Tuliskan:
Tiga sikap baik yang sudah kamu lakukan dalam pergaulan.
Dua hal yang masih perlu diperbaiki.
Satu komitmen untuk membangun persahabatan yang sehat.
Aktivitas 3 – Proyek Aksi Nyata
Selama satu minggu lakukan minimal lima tindakan berikut:
Menyapa teman yang jarang diajak berbicara.
Membantu teman yang mengalami kesulitan belajar.
Menghindari komentar negatif di media sosial.
Mengucapkan kata-kata yang membangun.
Mengajak teman menjaga kebersihan kelas.
Catat pengalamanmu dalam jurnal refleksi.
K. Nilai-Nilai yang Dikembangkan
Kasih.
Hormat terhadap martabat manusia.
Kejujuran.
Tanggung jawab.
Kesopanan.
Kepedulian.
Toleransi.
Pengampunan.
Kerja sama.
Persaudaraan.
L. Rangkuman
Etika pergaulan adalah pedoman untuk membangun hubungan yang baik dengan sesama.
Setiap manusia memiliki martabat karena diciptakan menurut gambar dan rupa Allah.
Remaja Katolik dipanggil membangun persahabatan yang dilandasi kasih, kejujuran, tanggung jawab, dan saling menghormati.
Pergaulan yang sehat membantu perkembangan pribadi, sedangkan pergaulan yang tidak sehat perlu dihindari.
Etika Kristiani juga harus diwujudkan dalam penggunaan media sosial melalui komunikasi yang santun, bertanggung jawab, dan membawa kebaikan.
M. Evaluasi
A. Pilihan Ganda
1. Dasar utama etika pergaulan menurut ajaran Yesus adalah ....
a. Kepandaian
b. Kasih kepada sesama
c. Kekuasaan
d. Popularitas
Jawaban: b
2. Contoh pergaulan yang sehat adalah ....
a. Menghargai teman yang berbeda agama
b. Menyebarkan gosip
c. Mengejek teman
d. Melakukan bullying
Jawaban: a
3. Salah satu bentuk etika di media sosial adalah ....
a. Menyebarkan hoaks
b. Menghina orang lain
c. Menggunakan bahasa yang sopan
d. Menyebarkan rahasia teman tanpa izin
Jawaban: c
4. Setiap manusia harus dihormati karena ....
a. Memiliki banyak teman
b. Kaya
c. Diciptakan menurut gambar dan rupa Allah
d. Berprestasi
Jawaban: c
5. Sikap yang perlu dihindari dalam pergaulan adalah ....
a. Peduli
b. Toleransi
c. Bullying
d. Kerja sama
Jawaban: c
B. Uraian
Jelaskan pengertian etika pergaulan menurut iman Katolik.
Sebutkan lima ciri pergaulan yang sehat.
Mengapa kita harus menghormati setiap orang?
Bagaimana etika menggunakan media sosial sebagai murid Kristus?
Tuliskan tiga komitmen yang akan kamu lakukan untuk membangun pergaulan yang sehat.
Doa Penutup
Allah Bapa yang Mahakasih, kami bersyukur atas sahabat-sahabat yang Engkau hadirkan dalam hidup kami. Bantulah kami agar mampu membangun pergaulan yang sehat, penuh kasih, saling menghormati, dan bertanggung jawab. Jauhkanlah kami dari sikap yang melukai sesama, baik melalui perkataan, tindakan, maupun media sosial. Semoga kami menjadi sahabat yang membawa damai dan sukacita, serta mencerminkan kasih Kristus dalam kehidupan sehari-hari. Demi Kristus Tuhan kami. Amin.
Penguatan Karakter dan Profil Lulusan
Melalui materi ini, peserta didik diharapkan mampu membangun pergaulan yang berlandaskan kasih, penghormatan terhadap martabat manusia, kejujuran, tanggung jawab, dan toleransi. Dengan demikian, mereka dapat menjadi remaja Katolik yang berkarakter, bijaksana dalam berinteraksi secara langsung maupun digital, serta menghadirkan nilai-nilai Injil di keluarga, sekolah, Gereja, dan masyarakat.