MATERI PEMBELAJARAN
Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti
Kelas IX SMP Negeri 2 Pandak
Materi: Mengikuti Yesus dalam Kehidupan Sehari-hari
Fase: D (Kurikulum Merdeka)
Alokasi Waktu: 2 × 40 Menit
Capaian Pembelajaran
Peserta didik memahami bahwa sebagai orang beriman mereka dipanggil untuk menjadi murid Yesus Kristus dengan meneladani kehidupan, ajaran, dan karya-Nya. Peserta didik mampu menghayati serta mewujudkan nilai-nilai Injil dalam kehidupan sehari-hari di keluarga, sekolah, Gereja, dan masyarakat.
Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:
Menjelaskan makna mengikuti Yesus sebagai murid-Nya.
Mengidentifikasi sikap-sikap Yesus yang dapat diteladani.
Menjelaskan cara menghidupi ajaran Yesus dalam kehidupan sehari-hari.
Menunjukkan komitmen untuk menjadi saksi Kristus melalui tindakan nyata.
A. Pengantar
Setiap orang memiliki tokoh yang dikagumi, seperti atlet, ilmuwan, tokoh nasional, atau seniman. Kekaguman itu sering mendorong seseorang untuk meniru sikap dan semangat tokoh tersebut.
Sebagai orang Katolik, teladan utama kita adalah Yesus Kristus. Mengikuti Yesus bukan sekadar mengenal kisah hidup-Nya atau menghafal ajaran-Nya, tetapi juga berusaha hidup seperti Dia. Hal itu tampak dalam cara kita berbicara, bersikap, mengambil keputusan, dan memperlakukan orang lain.
Di era digital, remaja menghadapi berbagai tantangan, seperti pengaruh media sosial, perundungan (bullying), tekanan teman sebaya, dan penyebaran informasi yang tidak benar. Karena itu, mengikuti Yesus berarti berani memilih jalan yang benar meskipun tidak selalu mudah.
B. Sabda Tuhan
Matius 4:19
"Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia."
Makna
Yesus mengundang setiap orang untuk menjadi murid-Nya.
Mengikuti Yesus berarti belajar dari-Nya dan melaksanakan kehendak Allah.
Murid Kristus dipanggil menjadi pembawa kabar baik bagi sesama.
Yohanes 13:34–35
"Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu."
Makna
Kasih adalah tanda utama murid Kristus. Orang lain mengenal kita sebagai pengikut Yesus melalui tindakan kasih yang nyata.
C. Apa Artinya Mengikuti Yesus?
Mengikuti Yesus berarti:
Percaya kepada-Nya.
Menaati ajaran-Nya.
Meneladani sikap dan perilaku-Nya.
Mengasihi Allah dan sesama.
Berani menjadi saksi iman di mana pun berada.
Mengikuti Yesus bukan hanya dilakukan saat berada di gereja, tetapi dalam seluruh aspek kehidupan.
D. Sikap-Sikap Yesus yang Patut Diteladani
1. Mengasihi Semua Orang
Yesus mengasihi setiap orang tanpa membeda-bedakan.
Contoh:
Bersahabat dengan siapa saja.
Menghargai teman yang berbeda agama, suku, atau budaya.
Tidak melakukan perundungan.
2. Jujur
Yesus selalu berkata benar dan melakukan kehendak Bapa.
Contoh:
Tidak menyontek saat ujian.
Mengembalikan barang yang ditemukan.
Berani mengakui kesalahan.
3. Rendah Hati
Yesus datang untuk melayani, bukan untuk dilayani.
Contoh:
Mau membantu tanpa diminta.
Tidak menyombongkan prestasi.
Menghargai pendapat orang lain.
4. Mengampuni
Yesus mengajarkan agar kita mau mengampuni.
Contoh:
Berdamai setelah bertengkar.
Tidak menyimpan dendam.
Memberi kesempatan kepada teman untuk memperbaiki diri.
5. Peduli kepada Sesama
Yesus memperhatikan orang yang sakit, miskin, dan menderita.
Contoh:
Menolong teman yang kesulitan belajar.
Mengunjungi teman yang sakit.
Berbagi dengan orang yang membutuhkan.
E. Mengikuti Yesus dalam Kehidupan Sehari-hari
Di Keluarga
Menghormati orang tua.
Membantu pekerjaan rumah.
Bersikap sopan kepada saudara.
Berdoa bersama keluarga.
Di Sekolah
Belajar dengan sungguh-sungguh.
Menghormati guru.
Menjaga kebersihan sekolah.
Tidak menyontek.
Tidak melakukan bullying.
Di Gereja
Mengikuti Misa setiap hari Minggu.
Aktif dalam kegiatan lingkungan atau Orang Muda Katolik (OMK).
Mengikuti pendalaman iman.
Bersedia melayani sesuai kemampuan.
Di Masyarakat
Menghormati tetangga.
Menjaga kerukunan.
Ikut kerja bakti.
Peduli terhadap lingkungan.
Di Media Sosial
Mengikuti Yesus juga diwujudkan melalui penggunaan media sosial yang bijaksana.
Contohnya:
Tidak menyebarkan berita bohong.
Tidak menghina atau mengejek orang lain.
Menggunakan bahasa yang sopan.
Membagikan informasi yang bermanfaat.
Menjadi pembawa damai dalam ruang digital.
F. Tantangan Mengikuti Yesus
Beberapa tantangan yang sering dihadapi remaja:
Pengaruh pergaulan yang negatif.
Tekanan teman sebaya.
Keinginan untuk diterima oleh kelompok.
Penyalahgunaan media sosial.
Sikap egois dan individualis.
Sebagai murid Kristus, kita diajak tetap berpegang pada nilai-nilai Injil meskipun menghadapi berbagai tantangan.
G. Refleksi
Renungkan pertanyaan berikut.
Apakah aku sudah menunjukkan kasih kepada orang lain?
Sikap Yesus apa yang paling ingin kuteladani?
Tantangan apa yang paling sering kuhadapi dalam mengikuti Yesus?
Apa komitmenku agar semakin setia menjadi murid Kristus?
H. Aktivitas Pembelajaran
Aktivitas 1 – Diskusi Kelompok
Diskusikan kasus berikut.
Seorang teman menjadi bahan ejekan di media sosial karena penampilannya. Banyak teman ikut memberikan komentar negatif.
Pertanyaan:
Apakah tindakan tersebut sesuai dengan ajaran Yesus?
Bagaimana seharusnya seorang murid Kristus bersikap?
Apa yang dapat dilakukan agar media sosial menjadi tempat yang membawa kebaikan?
Aktivitas 2 – Refleksi Pribadi
Tuliskan:
Tiga sikap Yesus yang sudah kamu lakukan.
Tiga sikap yang masih perlu kamu perbaiki.
Satu tindakan nyata yang akan kamu lakukan minggu ini.
Aktivitas 3 – Proyek Aksi Nyata
Selama satu minggu lakukan minimal lima tindakan kasih, misalnya:
Membantu orang tua.
Menemani teman yang sedang sedih.
Mengucapkan kata-kata yang membangun.
Mengurangi penggunaan media sosial yang tidak bermanfaat.
Berdoa setiap hari.
Tuliskan pengalamanmu dalam jurnal refleksi.
I. Nilai-Nilai yang Dikembangkan
Iman.
Kasih.
Kejujuran.
Kerendahan hati.
Kepedulian.
Pengampunan.
Tanggung jawab.
Disiplin.
Semangat melayani.
Toleransi.
J. Rangkuman
Yesus mengundang setiap orang menjadi murid-Nya.
Mengikuti Yesus berarti meneladani hidup dan ajaran-Nya.
Kasih adalah ciri utama seorang murid Kristus.
Mengikuti Yesus diwujudkan dalam keluarga, sekolah, Gereja, masyarakat, dan dunia digital.
Remaja Katolik dipanggil menjadi saksi Kristus melalui perkataan, sikap, dan tindakan yang mencerminkan nilai-nilai Injil.
K. Evaluasi
A. Pilihan Ganda
1. Mengikuti Yesus berarti ....
a. Menghafal doa saja
b. Meneladani kehidupan dan ajaran-Nya
c. Rajin ke gereja tanpa perubahan hidup
d. Menjadi terkenal
Jawaban: b
2. Ciri utama murid Kristus adalah ....
a. Pintar berbicara
b. Memiliki banyak teman
c. Saling mengasihi
d. Menjadi pemimpin
Jawaban: c
3. Salah satu contoh mengikuti Yesus di sekolah adalah ....
a. Menyontek saat ujian
b. Membantu teman belajar
c. Mengejek teman
d. Melanggar tata tertib
Jawaban: b
4. Mengikuti Yesus di media sosial berarti ....
a. Menyebarkan gosip
b. Menghina orang lain
c. Menggunakan media sosial secara bertanggung jawab
d. Membuat komentar yang menyakiti orang lain
Jawaban: c
5. Yesus mengajarkan agar murid-murid-Nya ....
a. Membalas kejahatan
b. Saling mengasihi
c. Mencari keuntungan sendiri
d. Menjauhi orang lain
Jawaban: b
B. Uraian
Jelaskan makna mengikuti Yesus dalam kehidupan sehari-hari.
Sebutkan lima sikap Yesus yang dapat diteladani.
Mengapa kasih menjadi ciri utama seorang murid Kristus?
Bagaimana cara mengikuti Yesus di sekolah dan media sosial?
Tuliskan tiga komitmen yang akan kamu lakukan agar semakin setia mengikuti Yesus.
Doa Penutup
Allah Bapa yang Mahakasih, kami bersyukur atas teladan Putra-Mu, Yesus Kristus. Bantulah kami agar semakin setia mengikuti-Nya melalui hidup yang penuh kasih, kejujuran, kerendahan hati, dan kepedulian terhadap sesama. Kuatkanlah kami agar berani menjadi saksi Kristus di keluarga, sekolah, Gereja, masyarakat, dan dunia digital. Semoga melalui hidup kami, semakin banyak orang merasakan kasih dan damai-Mu. Demi Kristus Tuhan kami. Amin.
Penguatan Karakter
Melalui materi ini, peserta didik diharapkan semakin memahami bahwa mengikuti Yesus bukan hanya tentang pengetahuan iman, tetapi juga tentang menghidupi nilai-nilai Injil dalam tindakan nyata. Dengan menjadi pribadi yang jujur, peduli, rendah hati, bertanggung jawab, dan pembawa damai, peserta didik ikut menghadirkan kasih Kristus di tengah keluarga, sekolah, Gereja, masyarakat, dan dunia digital.