Pawitikra CATHOLIC Students

WELCOME & GOD BLESS YOU ALWAYS

Selamat Datang di Blog ini bersama R. Slamet Widiantono ------**------ TUHAN MEMBERKATI -----* KASIH ITU MEMBERIKAN DIRI BAGI SESAMA -----* JANGAN LUPA BAHAGIA -----* TERUS BERPIKIR POSITIF -----* SALAM DOA -----* slammy

Jumat, 10 Juli 2026

Materi 9.2 Katolik

 

MATERI PEMBELAJARAN

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti

Kelas IX SMP Negeri 2 Pandak

Materi: Mengikuti Yesus dalam Kehidupan Sehari-hari

Fase: D (Kurikulum Merdeka)
Alokasi Waktu: 2 × 40 Menit


Capaian Pembelajaran

Peserta didik memahami bahwa sebagai orang beriman mereka dipanggil untuk menjadi murid Yesus Kristus dengan meneladani kehidupan, ajaran, dan karya-Nya. Peserta didik mampu menghayati serta mewujudkan nilai-nilai Injil dalam kehidupan sehari-hari di keluarga, sekolah, Gereja, dan masyarakat.


Tujuan Pembelajaran

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan makna mengikuti Yesus sebagai murid-Nya.

  2. Mengidentifikasi sikap-sikap Yesus yang dapat diteladani.

  3. Menjelaskan cara menghidupi ajaran Yesus dalam kehidupan sehari-hari.

  4. Menunjukkan komitmen untuk menjadi saksi Kristus melalui tindakan nyata.


A. Pengantar

Setiap orang memiliki tokoh yang dikagumi, seperti atlet, ilmuwan, tokoh nasional, atau seniman. Kekaguman itu sering mendorong seseorang untuk meniru sikap dan semangat tokoh tersebut.

Sebagai orang Katolik, teladan utama kita adalah Yesus Kristus. Mengikuti Yesus bukan sekadar mengenal kisah hidup-Nya atau menghafal ajaran-Nya, tetapi juga berusaha hidup seperti Dia. Hal itu tampak dalam cara kita berbicara, bersikap, mengambil keputusan, dan memperlakukan orang lain.

Di era digital, remaja menghadapi berbagai tantangan, seperti pengaruh media sosial, perundungan (bullying), tekanan teman sebaya, dan penyebaran informasi yang tidak benar. Karena itu, mengikuti Yesus berarti berani memilih jalan yang benar meskipun tidak selalu mudah.


B. Sabda Tuhan

Matius 4:19

"Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia."

Makna

  • Yesus mengundang setiap orang untuk menjadi murid-Nya.

  • Mengikuti Yesus berarti belajar dari-Nya dan melaksanakan kehendak Allah.

  • Murid Kristus dipanggil menjadi pembawa kabar baik bagi sesama.


Yohanes 13:34–35

"Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu."

Makna

Kasih adalah tanda utama murid Kristus. Orang lain mengenal kita sebagai pengikut Yesus melalui tindakan kasih yang nyata.


C. Apa Artinya Mengikuti Yesus?

Mengikuti Yesus berarti:

  • Percaya kepada-Nya.

  • Menaati ajaran-Nya.

  • Meneladani sikap dan perilaku-Nya.

  • Mengasihi Allah dan sesama.

  • Berani menjadi saksi iman di mana pun berada.

Mengikuti Yesus bukan hanya dilakukan saat berada di gereja, tetapi dalam seluruh aspek kehidupan.


D. Sikap-Sikap Yesus yang Patut Diteladani

1. Mengasihi Semua Orang

Yesus mengasihi setiap orang tanpa membeda-bedakan.

Contoh:

  • Bersahabat dengan siapa saja.

  • Menghargai teman yang berbeda agama, suku, atau budaya.

  • Tidak melakukan perundungan.


2. Jujur

Yesus selalu berkata benar dan melakukan kehendak Bapa.

Contoh:

  • Tidak menyontek saat ujian.

  • Mengembalikan barang yang ditemukan.

  • Berani mengakui kesalahan.


3. Rendah Hati

Yesus datang untuk melayani, bukan untuk dilayani.

Contoh:

  • Mau membantu tanpa diminta.

  • Tidak menyombongkan prestasi.

  • Menghargai pendapat orang lain.


4. Mengampuni

Yesus mengajarkan agar kita mau mengampuni.

Contoh:

  • Berdamai setelah bertengkar.

  • Tidak menyimpan dendam.

  • Memberi kesempatan kepada teman untuk memperbaiki diri.


5. Peduli kepada Sesama

Yesus memperhatikan orang yang sakit, miskin, dan menderita.

Contoh:

  • Menolong teman yang kesulitan belajar.

  • Mengunjungi teman yang sakit.

  • Berbagi dengan orang yang membutuhkan.


E. Mengikuti Yesus dalam Kehidupan Sehari-hari

Di Keluarga

  • Menghormati orang tua.

  • Membantu pekerjaan rumah.

  • Bersikap sopan kepada saudara.

  • Berdoa bersama keluarga.


Di Sekolah

  • Belajar dengan sungguh-sungguh.

  • Menghormati guru.

  • Menjaga kebersihan sekolah.

  • Tidak menyontek.

  • Tidak melakukan bullying.


Di Gereja

  • Mengikuti Misa setiap hari Minggu.

  • Aktif dalam kegiatan lingkungan atau Orang Muda Katolik (OMK).

  • Mengikuti pendalaman iman.

  • Bersedia melayani sesuai kemampuan.


Di Masyarakat

  • Menghormati tetangga.

  • Menjaga kerukunan.

  • Ikut kerja bakti.

  • Peduli terhadap lingkungan.


Di Media Sosial

Mengikuti Yesus juga diwujudkan melalui penggunaan media sosial yang bijaksana.

Contohnya:

  • Tidak menyebarkan berita bohong.

  • Tidak menghina atau mengejek orang lain.

  • Menggunakan bahasa yang sopan.

  • Membagikan informasi yang bermanfaat.

  • Menjadi pembawa damai dalam ruang digital.


F. Tantangan Mengikuti Yesus

Beberapa tantangan yang sering dihadapi remaja:

  • Pengaruh pergaulan yang negatif.

  • Tekanan teman sebaya.

  • Keinginan untuk diterima oleh kelompok.

  • Penyalahgunaan media sosial.

  • Sikap egois dan individualis.

Sebagai murid Kristus, kita diajak tetap berpegang pada nilai-nilai Injil meskipun menghadapi berbagai tantangan.


G. Refleksi

Renungkan pertanyaan berikut.

  1. Apakah aku sudah menunjukkan kasih kepada orang lain?

  2. Sikap Yesus apa yang paling ingin kuteladani?

  3. Tantangan apa yang paling sering kuhadapi dalam mengikuti Yesus?

  4. Apa komitmenku agar semakin setia menjadi murid Kristus?


H. Aktivitas Pembelajaran

Aktivitas 1 – Diskusi Kelompok

Diskusikan kasus berikut.

Seorang teman menjadi bahan ejekan di media sosial karena penampilannya. Banyak teman ikut memberikan komentar negatif.

Pertanyaan:

  1. Apakah tindakan tersebut sesuai dengan ajaran Yesus?

  2. Bagaimana seharusnya seorang murid Kristus bersikap?

  3. Apa yang dapat dilakukan agar media sosial menjadi tempat yang membawa kebaikan?


Aktivitas 2 – Refleksi Pribadi

Tuliskan:

  • Tiga sikap Yesus yang sudah kamu lakukan.

  • Tiga sikap yang masih perlu kamu perbaiki.

  • Satu tindakan nyata yang akan kamu lakukan minggu ini.


Aktivitas 3 – Proyek Aksi Nyata

Selama satu minggu lakukan minimal lima tindakan kasih, misalnya:

  • Membantu orang tua.

  • Menemani teman yang sedang sedih.

  • Mengucapkan kata-kata yang membangun.

  • Mengurangi penggunaan media sosial yang tidak bermanfaat.

  • Berdoa setiap hari.

Tuliskan pengalamanmu dalam jurnal refleksi.


I. Nilai-Nilai yang Dikembangkan

  • Iman.

  • Kasih.

  • Kejujuran.

  • Kerendahan hati.

  • Kepedulian.

  • Pengampunan.

  • Tanggung jawab.

  • Disiplin.

  • Semangat melayani.

  • Toleransi.


J. Rangkuman

  • Yesus mengundang setiap orang menjadi murid-Nya.

  • Mengikuti Yesus berarti meneladani hidup dan ajaran-Nya.

  • Kasih adalah ciri utama seorang murid Kristus.

  • Mengikuti Yesus diwujudkan dalam keluarga, sekolah, Gereja, masyarakat, dan dunia digital.

  • Remaja Katolik dipanggil menjadi saksi Kristus melalui perkataan, sikap, dan tindakan yang mencerminkan nilai-nilai Injil.


K. Evaluasi

A. Pilihan Ganda

1. Mengikuti Yesus berarti ....

a. Menghafal doa saja

b. Meneladani kehidupan dan ajaran-Nya

c. Rajin ke gereja tanpa perubahan hidup

d. Menjadi terkenal

Jawaban: b


2. Ciri utama murid Kristus adalah ....

a. Pintar berbicara

b. Memiliki banyak teman

c. Saling mengasihi

d. Menjadi pemimpin

Jawaban: c


3. Salah satu contoh mengikuti Yesus di sekolah adalah ....

a. Menyontek saat ujian

b. Membantu teman belajar

c. Mengejek teman

d. Melanggar tata tertib

Jawaban: b


4. Mengikuti Yesus di media sosial berarti ....

a. Menyebarkan gosip

b. Menghina orang lain

c. Menggunakan media sosial secara bertanggung jawab

d. Membuat komentar yang menyakiti orang lain

Jawaban: c


5. Yesus mengajarkan agar murid-murid-Nya ....

a. Membalas kejahatan

b. Saling mengasihi

c. Mencari keuntungan sendiri

d. Menjauhi orang lain

Jawaban: b


B. Uraian

  1. Jelaskan makna mengikuti Yesus dalam kehidupan sehari-hari.

  2. Sebutkan lima sikap Yesus yang dapat diteladani.

  3. Mengapa kasih menjadi ciri utama seorang murid Kristus?

  4. Bagaimana cara mengikuti Yesus di sekolah dan media sosial?

  5. Tuliskan tiga komitmen yang akan kamu lakukan agar semakin setia mengikuti Yesus.


Doa Penutup

Allah Bapa yang Mahakasih, kami bersyukur atas teladan Putra-Mu, Yesus Kristus. Bantulah kami agar semakin setia mengikuti-Nya melalui hidup yang penuh kasih, kejujuran, kerendahan hati, dan kepedulian terhadap sesama. Kuatkanlah kami agar berani menjadi saksi Kristus di keluarga, sekolah, Gereja, masyarakat, dan dunia digital. Semoga melalui hidup kami, semakin banyak orang merasakan kasih dan damai-Mu. Demi Kristus Tuhan kami. Amin.

Penguatan Karakter

Melalui materi ini, peserta didik diharapkan semakin memahami bahwa mengikuti Yesus bukan hanya tentang pengetahuan iman, tetapi juga tentang menghidupi nilai-nilai Injil dalam tindakan nyata. Dengan menjadi pribadi yang jujur, peduli, rendah hati, bertanggung jawab, dan pembawa damai, peserta didik ikut menghadirkan kasih Kristus di tengah keluarga, sekolah, Gereja, masyarakat, dan dunia digital.

Materi 8.1 KATOLIK

 

MATERI PEMBELAJARAN

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti

Kelas VIII SMP Negeri 2 Pandak

Materi: Allah Menyelamatkan Manusia

Fase: D (Kurikulum Merdeka)
Alokasi Waktu: 2 × 40 Menit


Capaian Pembelajaran

Peserta didik memahami bahwa Allah mengasihi manusia dan sejak awal sejarah keselamatan senantiasa berkarya untuk menyelamatkan manusia. Peserta didik mampu meneladani kasih Allah dengan hidup beriman, bertobat, dan mengasihi sesama.


Tujuan Pembelajaran

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan bahwa Allah adalah sumber kasih dan keselamatan bagi manusia.

  2. Memahami sejarah keselamatan sebagai bukti kasih Allah kepada manusia.

  3. Menjelaskan bahwa Yesus Kristus adalah Juruselamat yang diutus Allah.

  4. Menunjukkan sikap syukur atas keselamatan Allah melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.


A. Pengantar

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mendengar berita tentang orang yang diselamatkan dari kecelakaan, bencana alam, atau bahaya lainnya. Orang yang diselamatkan tentu merasa bersyukur kepada mereka yang telah menolongnya.

Keselamatan yang diberikan Allah jauh lebih besar daripada sekadar terbebas dari bahaya fisik. Allah menyelamatkan manusia dari dosa dan memulihkan hubungan manusia dengan-Nya. Sejak manusia jatuh ke dalam dosa, Allah tidak pernah meninggalkan manusia. Melalui para nabi dan akhirnya melalui Putra-Nya, Yesus Kristus, Allah menunjukkan kasih-Nya yang tak terbatas kepada seluruh umat manusia.


B. Sabda Tuhan

Yohanes 3:16

"Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal."

Makna Sabda Tuhan

Ayat ini menunjukkan bahwa:

  • Allah sangat mengasihi manusia.

  • Yesus diutus sebagai tanda kasih Allah.

  • Keselamatan adalah anugerah Allah bagi semua orang yang percaya kepada-Nya.

  • Allah menghendaki semua manusia memperoleh hidup yang kekal.


Lukas 19:10

"Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang."

Makna

Yesus datang bukan untuk menghukum manusia, tetapi untuk mengajak manusia kembali kepada Allah dan memperoleh keselamatan.


C. Allah Mengasihi Manusia

Sejak awal penciptaan, Allah menciptakan manusia menurut gambar dan rupa-Nya (Kejadian 1:27). Allah memberikan segala sesuatu yang baik agar manusia hidup bahagia.

Namun manusia memilih tidak taat kepada Allah. Dosa menyebabkan hubungan manusia dengan Allah menjadi rusak. Walaupun demikian, Allah tetap mengasihi manusia dan merencanakan keselamatan bagi mereka.

Kasih Allah tidak pernah berubah meskipun manusia sering berbuat salah.


D. Sejarah Keselamatan

Allah melaksanakan karya keselamatan secara bertahap.

1. Allah Menciptakan Manusia

Allah menciptakan manusia dengan penuh kasih agar hidup bahagia bersama-Nya.

2. Manusia Jatuh ke Dalam Dosa

Adam dan Hawa tidak menaati perintah Allah sehingga dosa masuk ke dunia.

Akibatnya:

  • Hubungan manusia dengan Allah menjadi rusak.

  • Timbul penderitaan.

  • Manusia mengalami kematian.


3. Allah Memanggil Abraham

Allah memilih Abraham menjadi bapa umat beriman.

Melalui Abraham, Allah mulai membentuk umat pilihan yang akan menjadi jalan hadirnya keselamatan bagi seluruh bangsa.


4. Allah Mengutus Para Nabi

Para nabi diutus untuk:

  • Mengingatkan umat agar setia kepada Allah.

  • Mengajak umat bertobat.

  • Menyampaikan janji tentang kedatangan Mesias.


5. Allah Mengutus Yesus Kristus

Inilah puncak karya keselamatan Allah.

Yesus:

  • Mengajarkan kasih.

  • Menyembuhkan orang sakit.

  • Mengampuni dosa.

  • Menghibur orang yang menderita.

  • Wafat dan bangkit demi keselamatan manusia.


E. Yesus Kristus Sang Juruselamat

Yesus menunjukkan kasih Allah melalui seluruh hidup-Nya.

Ia:

  • Mengasihi semua orang tanpa membeda-bedakan.

  • Mengampuni orang berdosa.

  • Menolong orang miskin.

  • Menyembuhkan orang sakit.

  • Mengorbankan diri di kayu salib.

  • Bangkit mengalahkan dosa dan maut.

Melalui kebangkitan-Nya, manusia memperoleh harapan akan kehidupan baru.


F. Cara Menanggapi Keselamatan Allah

Sebagai orang beriman, kita dipanggil untuk menyambut keselamatan Allah dengan:

Berdoa

Menjalin hubungan yang akrab dengan Allah.

Mengikuti Perayaan Ekaristi

Mengucap syukur atas karya keselamatan Kristus.

Bertobat

Mengakui kesalahan dan memperbaiki hidup.

Mengasihi Sesama

Kasih kepada Allah diwujudkan melalui kasih kepada sesama.

Berbuat Baik

Menjadi pribadi yang jujur, peduli, dan suka menolong.


G. Penerapan dalam Kehidupan Sehari-hari

Di Rumah

  • Menghormati orang tua.

  • Membantu pekerjaan rumah.

  • Berdoa bersama keluarga.

Di Sekolah

  • Belajar dengan jujur.

  • Menghargai guru dan teman.

  • Tidak melakukan perundungan (bullying).

  • Menolong teman yang mengalami kesulitan.

Di Gereja

  • Mengikuti Misa setiap hari Minggu.

  • Aktif dalam kegiatan lingkungan atau remaja.

  • Mengikuti pendalaman iman.

Di Masyarakat

  • Peduli kepada tetangga.

  • Menjaga kerukunan.

  • Ikut menjaga kebersihan lingkungan.


H. Refleksi

Renungkan pertanyaan berikut.

  1. Mengapa Allah tetap mengasihi manusia walaupun manusia sering berdosa?

  2. Apa arti keselamatan bagiku?

  3. Bagaimana aku dapat menunjukkan rasa syukur kepada Allah?

  4. Apa tindakan nyata yang akan kulakukan minggu ini sebagai ungkapan syukur atas kasih Allah?


I. Aktivitas Pembelajaran

Aktivitas 1 – Diskusi Kelompok

Diskusikan pertanyaan berikut.

Mengapa Yesus disebut Juruselamat?

Apa yang dapat kita teladani dari kehidupan Yesus?

Presentasikan hasil diskusi di depan kelas.


Aktivitas 2 – Membuat Garis Waktu Sejarah Keselamatan

Buatlah bagan berikut.

Penciptaan → Kejatuhan Manusia → Abraham → Para Nabi → Yesus Kristus → Gereja → Keselamatan

Jelaskan makna setiap peristiwa.


Aktivitas 3 – Aksi Nyata

Selama satu minggu lakukan minimal tiga tindakan kasih, misalnya:

  • Membantu orang tua.

  • Mengampuni teman.

  • Berdoa setiap hari.

  • Membantu teman belajar.

  • Menjaga kebersihan kelas.

Tuliskan pengalamanmu dalam buku refleksi.


J. Nilai-Nilai yang Dikembangkan

  • Iman kepada Allah.

  • Syukur.

  • Kasih.

  • Kepedulian.

  • Pengampunan.

  • Kejujuran.

  • Kerja sama.

  • Tanggung jawab.

  • Semangat melayani.


K. Rangkuman

  • Allah adalah sumber kasih dan keselamatan.

  • Sejak manusia jatuh ke dalam dosa, Allah tidak pernah meninggalkan manusia.

  • Allah menyatakan kasih-Nya melalui sejarah keselamatan.

  • Yesus Kristus adalah puncak karya keselamatan Allah.

  • Keselamatan Allah disambut melalui iman, pertobatan, doa, dan kasih kepada sesama.

  • Sebagai murid Kristus, kita dipanggil untuk menjadi pembawa kasih dan harapan bagi orang lain.


L. Evaluasi

A. Pilihan Ganda

1. Allah mengutus Yesus ke dunia untuk ....

a. Menghukum manusia

b. Menyelamatkan manusia

c. Menjadi pemimpin bangsa Israel

d. Menguasai dunia

Jawaban: b


2. Ayat Yohanes 3:16 menunjukkan bahwa Allah ....

a. Membenci dunia

b. Mengasihi dunia

c. Mengabaikan manusia

d. Menghukum semua orang

Jawaban: b


3. Puncak karya keselamatan Allah adalah ....

a. Air Bah

b. Penciptaan

c. Wafat dan kebangkitan Yesus

d. Pembangunan Bait Allah

Jawaban: c


4. Salah satu cara menanggapi kasih Allah adalah ....

a. Berbuat baik kepada sesama

b. Membalas kejahatan dengan kejahatan

c. Mengejek teman

d. Bersikap egois

Jawaban: a


5. Yesus datang untuk mencari dan menyelamatkan ....

a. Orang kaya

b. Orang yang hilang

c. Para raja

d. Bangsa Israel saja

Jawaban: b


B. Uraian

  1. Jelaskan arti keselamatan menurut iman Katolik.

  2. Mengapa Allah tetap mengasihi manusia walaupun manusia berdosa?

  3. Sebutkan lima tahap sejarah keselamatan.

  4. Mengapa Yesus disebut Juruselamat?

  5. Tuliskan tiga tindakan nyata yang akan kamu lakukan sebagai ungkapan syukur atas keselamatan Allah.


Doa Penutup

Allah Bapa yang Mahakasih, kami bersyukur atas kasih-Mu yang begitu besar kepada kami. Engkau tidak pernah meninggalkan manusia, tetapi selalu menghendaki keselamatan kami melalui Putra-Mu, Yesus Kristus. Bantulah kami agar mampu hidup sesuai dengan ajaran Yesus, bertumbuh dalam iman, rajin berdoa, serta mengasihi sesama dengan tulus. Semoga hidup kami menjadi tanda kasih dan keselamatan-Mu bagi orang lain. Demi Kristus, Tuhan dan Juruselamat kami. Amin.

Pesan Penutup

Sebagai peserta didik kelas VIII, marilah kita menyadari bahwa keselamatan adalah anugerah Allah yang harus disyukuri. Rasa syukur itu diwujudkan melalui kehidupan yang jujur, penuh kasih, suka menolong, rajin berdoa, dan setia mengikuti ajaran Yesus Kristus dalam keluarga, sekolah, Gereja, dan masyarakat. Dengan demikian, kita ikut mengambil bagian dalam menghadirkan kasih Allah di tengah dunia.

Kamis, 09 Juli 2026

MATERI 9.1 KATOLIK

Berikut materi Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas IX SMP dengan topik "Hidup sebagai Murid Kristus", disusun sesuai semangat Kurikulum Merdeka dan dapat digunakan untuk pembelajaran 2 × 40 menit.

MATERI PEMBELAJARAN

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti

Kelas IX SMP Negeri 2 Pandak

Tema: Hidup sebagai Murid Kristus


Tujuan Pembelajaran

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Memahami makna menjadi murid Kristus dalam kehidupan sehari-hari.

  2. Menjelaskan ciri-ciri murid Kristus berdasarkan ajaran Kitab Suci.

  3. Meneladani Yesus dalam sikap kasih, pelayanan, kejujuran, dan pengampunan.

  4. Menunjukkan komitmen hidup sebagai murid Kristus di keluarga, sekolah, Gereja, dan masyarakat.


A. Pengantar

Setiap orang memiliki tokoh yang dikagumi dan ingin diteladani, seperti atlet, ilmuwan, seniman, atau pemimpin. Sebagai orang beriman Katolik, teladan utama kita adalah Yesus Kristus. Menjadi murid Kristus berarti belajar dari Yesus, mengikuti ajaran-Nya, serta mewujudkan nilai-nilai Injil dalam kehidupan sehari-hari.

Menjadi murid Kristus bukan hanya tentang mengetahui ajaran Yesus, tetapi juga menghidupinya melalui perkataan, sikap, dan tindakan. Di tengah perkembangan teknologi, media sosial, dan berbagai tantangan zaman, kaum muda dipanggil untuk menjadi pribadi yang membawa terang dan harapan bagi sesama.


B. Sabda Tuhan

Matius 16:24

"Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku."

Makna

  • Mengikuti Yesus membutuhkan kesetiaan dan keberanian.

  • Murid Kristus rela berkorban demi melakukan yang benar.

  • Mengikuti Kristus berarti memilih kasih daripada kebencian, kejujuran daripada kebohongan, dan kebaikan daripada kejahatan.


Yohanes 13:34–35

"Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu."

Makna

Kasih merupakan tanda utama seorang murid Kristus. Kasih diwujudkan melalui sikap menghargai, membantu, mengampuni, dan melayani sesama tanpa membeda-bedakan.


C. Siapakah Murid Kristus?

Murid Kristus adalah orang yang:

  • Percaya kepada Yesus.

  • Mendengarkan dan melaksanakan sabda-Nya.

  • Meneladani kehidupan Yesus.

  • Menjadi saksi kasih Allah melalui tindakan nyata.

  • Berusaha hidup kudus dalam kehidupan sehari-hari.

Menjadi murid Kristus bukan hanya untuk para imam atau biarawan/biarawati, tetapi merupakan panggilan setiap orang yang telah dibaptis.


D. Ciri-Ciri Murid Kristus

1. Mengasihi Sesama

Yesus mengajarkan agar kita mengasihi semua orang, bahkan mereka yang berbeda pendapat atau pernah menyakiti kita.

Contoh:

  • Membantu teman yang kesulitan belajar.

  • Menghargai perbedaan agama, suku, dan budaya.

  • Tidak melakukan perundungan (bullying).


2. Jujur

Kejujuran mencerminkan iman kepada Kristus.

Contoh:

  • Tidak menyontek saat ulangan.

  • Mengembalikan barang yang ditemukan.

  • Mengakui kesalahan.


3. Melayani

Yesus datang untuk melayani, bukan untuk dilayani.

Contoh:

  • Membantu orang tua di rumah.

  • Aktif dalam kegiatan Gereja.

  • Menolong teman tanpa mengharapkan balasan.


4. Mengampuni

Yesus mengajarkan pengampunan tanpa batas.

Contoh:

  • Tidak menyimpan dendam.

  • Mau berdamai setelah bertengkar.

  • Memberikan kesempatan kedua kepada teman.


5. Menjadi Pembawa Damai

Murid Kristus menghindari pertengkaran dan menjadi penengah ketika terjadi konflik.


E. Tantangan Menjadi Murid Kristus

Peserta didik menghadapi berbagai tantangan, seperti:

  • Pengaruh pergaulan yang kurang baik.

  • Penyalahgunaan media sosial.

  • Perundungan (bullying).

  • Sikap individualis.

  • Keinginan untuk selalu mengikuti tren tanpa mempertimbangkan nilai-nilai Kristiani.

Sebagai murid Kristus, kita diajak menggunakan teknologi secara bijaksana, menghormati orang lain, dan berani memilih yang baik meskipun tidak mudah.


F. Hidup sebagai Murid Kristus di Lingkungan Sekolah

Di sekolah, murid Kristus dapat diwujudkan dengan:

  • Menghormati guru dan karyawan sekolah.

  • Bersikap jujur dalam belajar.

  • Tidak melakukan bullying.

  • Menjaga kebersihan lingkungan sekolah.

  • Bersedia bekerja sama dalam kelompok.

  • Menghargai teman yang berbeda agama maupun latar belakang.

  • Menjadi teladan dalam disiplin dan tanggung jawab.


G. Refleksi

Renungkan pertanyaan berikut:

  1. Apakah aku sudah menjadi murid Kristus di sekolah?

  2. Sikap Yesus mana yang paling sulit kulakukan?

  3. Apa yang akan kulakukan agar lebih mencerminkan kasih Kristus?

  4. Bagaimana aku menggunakan media sosial agar menjadi sarana membawa kebaikan?


H. Aktivitas Pembelajaran

Aktivitas 1 – Refleksi Diri

Tuliskan:

Sikap baik yang sudah kulakukan sebagai murid Kristus

Sikap yang masih perlu kuperbaiki


Aktivitas 2 – Diskusi Kelompok

Diskusikan kasus berikut:

Seorang teman di kelas sering diejek karena penampilannya. Sebagian teman hanya menonton bahkan ikut mengejek.

Pertanyaan:

  1. Apakah tindakan tersebut sesuai dengan ajaran Yesus?

  2. Apa yang seharusnya dilakukan seorang murid Kristus?

  3. Bagaimana cara menciptakan suasana kelas yang saling menghargai?


Aktivitas 3 – Aksi Nyata

Selama satu minggu, lakukan minimal tiga tindakan nyata sebagai murid Kristus, misalnya:

  • Membantu orang tua di rumah.

  • Menolong teman yang kesulitan.

  • Mengurangi penggunaan media sosial untuk hal yang tidak bermanfaat.

  • Mengucapkan kata-kata yang membangun kepada teman.

Tuliskan pengalaman tersebut dalam jurnal singkat.


I. Nilai-Nilai yang Dikembangkan

  • Iman kepada Kristus.

  • Kasih.

  • Kejujuran.

  • Kepedulian.

  • Kerendahan hati.

  • Tanggung jawab.

  • Disiplin.

  • Pengampunan.

  • Toleransi.

  • Semangat melayani.


J. Rangkuman

  • Menjadi murid Kristus berarti mengikuti dan meneladani Yesus dalam seluruh aspek kehidupan.

  • Kasih merupakan tanda utama seorang murid Kristus.

  • Murid Kristus dipanggil untuk hidup jujur, melayani, mengampuni, dan membawa damai.

  • Tantangan zaman harus dihadapi dengan iman, kebijaksanaan, dan keberanian.

  • Kehidupan di sekolah, keluarga, Gereja, dan masyarakat menjadi tempat nyata untuk menghidupi ajaran Kristus.


K. Evaluasi

A. Pilihan Ganda

1. Tanda utama seorang murid Kristus adalah...

a. Pintar berbicara

b. Memiliki banyak teman

c. Saling mengasihi

d. Menjadi terkenal

Jawaban: c


2. Menurut Matius 16:24, orang yang mengikuti Yesus harus...

a. Hidup kaya

b. Memikul salib dan mengikuti-Nya

c. Menjadi pemimpin

d. Menjadi sempurna

Jawaban: b


3. Contoh hidup sebagai murid Kristus di sekolah adalah...

a. Menyontek saat ulangan

b. Mengejek teman

c. Membantu teman yang kesulitan

d. Membuat keributan di kelas

Jawaban: c


4. Yesus datang ke dunia untuk...

a. Dilayani

b. Melayani

c. Menjadi raja dunia

d. Menguasai manusia

Jawaban: b


5. Sikap yang harus dihindari oleh murid Kristus adalah...

a. Peduli

b. Jujur

c. Bullying

d. Mengampuni

Jawaban: c


B. Uraian

  1. Jelaskan makna hidup sebagai murid Kristus.

  2. Sebutkan lima ciri murid Kristus.

  3. Mengapa kasih menjadi ciri utama murid Kristus?

  4. Berikan tiga contoh hidup sebagai murid Kristus di sekolah.

  5. Tuliskan satu komitmen yang akan kamu lakukan minggu ini sebagai murid Kristus.


Doa Penutup

Allah Bapa yang Mahakasih, kami bersyukur karena Engkau memanggil kami menjadi murid Putra-Mu, Yesus Kristus. Bantulah kami agar mampu menghidupi ajaran-Nya melalui kasih, kejujuran, kepedulian, dan semangat melayani. Semoga dalam keluarga, sekolah, Gereja, dan masyarakat kami dapat menjadi saksi kasih-Mu yang membawa damai dan harapan bagi sesama. Demi Kristus Tuhan dan Pengantara kami. Amin.

Materi ini dapat diperkaya dengan kegiatan studi kasus, refleksi pribadi, diskusi kelompok, dan proyek aksi nyata, sehingga peserta didik tidak hanya memahami konsep menjadi murid Kristus, tetapi juga menghayatinya dalam kehidupan sehari-hari sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila dan semangat Kurikulum Merdeka.

Materi 7.1 KATOLIK

Berikut materi Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas VII SMP dengan topik "Aku Pribadi yang Unik" yang disusun sesuai semangat Kurikulum Merdeka.

MATERI PEMBELAJARAN

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti

Kelas VII SMP

Topik: Aku Pribadi yang Unik

Tujuan Pembelajaran

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Menyadari bahwa setiap manusia diciptakan Allah secara unik dan istimewa.

  2. Mengenali kelebihan dan kekurangan diri sebagai anugerah Tuhan.

  3. Mengembangkan rasa syukur atas diri sendiri.

  4. Menghargai perbedaan yang dimiliki setiap orang.

  5. Menunjukkan sikap percaya diri dan saling menghormati.


A. Pengantar

Setiap manusia memiliki wajah, karakter, bakat, minat, dan pengalaman hidup yang berbeda. Tidak ada seorang pun yang benar-benar sama dengan orang lain, bahkan anak kembar sekalipun.

Keunikan tersebut bukanlah kebetulan, melainkan merupakan karya Allah yang penuh kasih. Allah menciptakan setiap manusia menurut gambar dan rupa-Nya sehingga setiap pribadi memiliki martabat yang luhur.

Sebagai anak-anak Allah, kita dipanggil untuk menerima diri sendiri, mengembangkan potensi yang dimiliki, serta menghargai keunikan orang lain.


B. Kisah Inspiratif

Sidik Jari yang Berbeda

Tahukah kalian bahwa tidak ada dua orang di dunia yang memiliki sidik jari yang sama?

Walaupun miliaran manusia hidup di bumi, setiap orang mempunyai sidik jari yang berbeda. Hal ini menunjukkan bahwa Allah menciptakan setiap manusia secara istimewa.

Begitu pula dengan bakat, kemampuan, sifat, dan cita-cita kita. Ada yang pandai menyanyi, olahraga, berhitung, menggambar, berbicara di depan umum, ataupun membantu teman. Semua itu adalah karunia Tuhan.


C. Sabda Tuhan

Kejadian 1:27

"Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka."

Makna:

  • Setiap manusia memiliki martabat yang sama.

  • Semua orang berharga di hadapan Allah.

  • Tidak boleh merendahkan diri sendiri maupun orang lain.


Mazmur 139:13-14

"Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib."

Makna:

  • Kita diciptakan secara luar biasa.

  • Kita patut bersyukur atas kehidupan yang Tuhan berikan.

  • Setiap orang memiliki kelebihan yang perlu dikembangkan.


D. Makna Aku Pribadi yang Unik

Aku pribadi yang unik berarti:

  • Aku memiliki identitas yang berbeda dari orang lain.

  • Aku mempunyai bakat dan kemampuan yang khas.

  • Aku juga memiliki kelemahan yang perlu diperbaiki.

  • Aku dicintai Allah apa adanya.

  • Aku dipanggil untuk terus berkembang menjadi pribadi yang lebih baik.

Keunikan bukan berarti merasa paling hebat, tetapi menyadari bahwa Tuhan memberikan kemampuan yang berbeda agar kita saling melengkapi.


E. Mengenali Diri Sendiri

Setiap orang mempunyai:

Kelebihan

Contoh:

  • Rajin belajar

  • Sopan

  • Pandai menggambar

  • Pandai bermain musik

  • Mudah berteman

  • Jujur

  • Disiplin

Kekurangan

Contoh:

  • Pemalu

  • Kurang percaya diri

  • Mudah marah

  • Malas belajar

  • Sulit mengatur waktu

Kelebihan harus dikembangkan, sedangkan kekurangan perlu diperbaiki dengan usaha dan doa.


F. Menghargai Keunikan Orang Lain

Sebagai murid Kristus kita diajak untuk:

  • Tidak mengejek teman.

  • Tidak membanding-bandingkan diri.

  • Menghormati perbedaan.

  • Membantu teman yang mengalami kesulitan.

  • Bersyukur atas karunia masing-masing.

Perbedaan bukan untuk dipertentangkan, tetapi untuk saling melengkapi.


G. Refleksi

Renungkan pertanyaan berikut:

  1. Apa kelebihan yang Tuhan berikan kepadaku?

  2. Apa kelemahan yang ingin kuperbaiki?

  3. Sudahkah aku bersyukur atas diriku?

  4. Bagaimana aku menghargai teman yang berbeda denganku?


H. Aktivitas Pembelajaran

Aktivitas 1 – Mengenal Diri

Tuliskan:

Kelebihanku

Kekuranganku

Hal yang ingin kukembangkan


Aktivitas 2 – Pohon Potensi

Gambarlah sebuah pohon.

  • Akar: nilai-nilai yang kamu miliki.

  • Batang: sifat baikmu.

  • Daun: bakatmu.

  • Buah: cita-citamu.

Presentasikan hasilnya di depan kelas.


Aktivitas 3 – Diskusi Kelompok

Diskusikan:

Mengapa Allah menciptakan manusia berbeda-beda?

Apa akibatnya jika semua orang memiliki kemampuan yang sama?


I. Sikap yang Dikembangkan

Peserta didik diharapkan memiliki sikap:

  • Bersyukur.

  • Percaya diri.

  • Rendah hati.

  • Menghargai sesama.

  • Peduli terhadap teman.


J. Rangkuman

  • Allah menciptakan setiap manusia secara unik dan istimewa.

  • Setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan.

  • Keunikan adalah anugerah Tuhan yang harus disyukuri.

  • Kita dipanggil untuk mengembangkan potensi diri.

  • Kita harus menghargai dan menghormati perbedaan orang lain.


K. Evaluasi

A. Pilihan Ganda

1. Manusia diciptakan menurut...
a. keinginan manusia
b. gambar dan rupa Allah
c. kemampuan manusia
d. kehendak teman

Jawaban: b


2. Sikap yang benar terhadap teman yang memiliki kemampuan berbeda adalah...
a. mengejek
b. iri hati
c. menghargai
d. menghindari

Jawaban: c


3. Keunikan setiap manusia merupakan...
a. kebetulan
b. anugerah Allah
c. hasil usaha sendiri
d. kesalahan

Jawaban: b


4. Mazmur 139 mengajarkan bahwa manusia diciptakan...
a. biasa saja
b. secara dahsyat dan ajaib
c. sama semua
d. tanpa tujuan

Jawaban: b


5. Kekurangan diri sebaiknya...
a. disembunyikan
b. disyukuri dan diperbaiki
c. diabaikan
d. ditertawakan

Jawaban: b


B. Uraian

  1. Jelaskan mengapa setiap manusia disebut unik!

  2. Sebutkan tiga kelebihan yang kamu miliki!

  3. Mengapa kita harus menghargai perbedaan?

  4. Apa pesan Kejadian 1:27 bagi kehidupanmu?

  5. Tuliskan satu tindakan nyata yang akan kamu lakukan untuk mengembangkan potensi yang Tuhan berikan.


Doa Penutup

Allah Bapa yang Mahakasih, kami bersyukur karena Engkau menciptakan kami secara unik dan istimewa. Bantulah kami untuk menerima diri kami apa adanya, mengembangkan segala bakat yang telah Engkau anugerahkan, serta menghargai setiap teman sebagai ciptaan-Mu yang berharga. Semoga kami bertumbuh menjadi pribadi yang penuh kasih, percaya diri, dan membawa kebaikan bagi sesama. Demi Kristus Tuhan kami. Amin.

Materi ini digunakan untuk 2 × 40 menit pembelajaran di kelas VII SMP dan selaras dengan pendekatan Kurikulum Merdeka, yang menekankan pembelajaran aktif, reflektif, serta penguatan karakter Kristiani.

SILABUS VII SMPN 2 PANDAK

 

SILABUS

Mata Pelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti

Satuan Pendidikan             : SMP Negeri 2 Pandak
Kelas/Fase                            : VII / Fase D
Tahun Pelajaran                 : 2026/2027
Penyusun                             : Rogatianus Slamet Widiantono

Capaian Pembelajaran (CP) Fase D

Pada akhir Fase D, peserta didik mampu mengenal dan menghayati identitas dirinya sebagai citra Allah, membangun relasi yang baik dengan Allah, sesama, dan alam ciptaan, serta menghidupi ajaran Yesus Kristus dalam kehidupan sehari-hari sebagai anggota Gereja dan masyarakat.

SemesterMateri PokokTujuan PembelajaranAlokasi Waktu
GanjilAku Pribadi yang Unik
Menyadari bahwa setiap manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah serta memiliki martabat yang luhur.6 JP
GanjilBertumbuh Menjadi Pribadi DewasaMengembangkan sikap percaya diri, tanggung jawab, dan disiplin dalam kehidupan sehari-hari.6 JP
GanjilAllah Berkarya dalam Hidup ManusiaMengenal karya Allah dalam sejarah keselamatan dan kehidupan pribadi.6 JP
GanjilYesus Kristus Sahabat SejatiMeneladani sikap dan tindakan Yesus dalam kehidupan sehari-hari.9 JP
GanjilHidup MenggerejaMemahami makna Gereja sebagai persekutuan umat Allah dan berpartisipasi aktif di dalamnya.6 JP
GanjilPenilaian Sumatif SemesterEvaluasi pembelajaran.3 JP
GenapKitab Suci Pedoman HidupMemahami pentingnya Kitab Suci sebagai Sabda Allah.6 JP
GenapLiturgi dan SakramenMenghayati makna liturgi dan sakramen dalam kehidupan Gereja.6 JP
GenapHidup Bermoral KristianiMengembangkan hati nurani dan mengambil keputusan yang benar.9 JP
GenapPersaudaraan dan ToleransiMenghargai perbedaan dan membangun kerukunan dalam masyarakat yang majemuk.6 JP
GenapMenjaga Keutuhan CiptaanMewujudkan kepedulian terhadap lingkungan sebagai ciptaan Allah.6 JP
GenapPenilaian Sumatif Akhir TahunEvaluasi pembelajaran.3 JP

Strategi Pembelajaran

  • Deep Learning

  • Problem Based Learning (PBL)

  • Project Based Learning (PjBL)

  • Discovery Learning

  • Diskusi kelompok

  • Refleksi Kitab Suci

  • Presentasi

  • Bermain peran (role play)

  • Proyek kepedulian sosial dan lingkungan

Asesmen

  • Asesmen diagnostik

  • Asesmen formatif

  • Asesmen sumatif

  • Penilaian proyek

  • Portofolio

  • Observasi sikap

  • Unjuk kerja

  • Refleksi peserta didik

Sumber Belajar

  • Alkitab

  • Katekismus Gereja Katolik

  • Buku Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti SMP Kurikulum Merdeka Fase D

  • Dokumen Gereja Katolik

  • Video pembelajaran

  • Lingkungan sekolah, keluarga, dan Gereja

Profil Lulusan yang Diharapkan

Peserta didik mampu:

  • Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

  • Menghayati dirinya sebagai citra Allah.

  • Memiliki karakter jujur, disiplin, bertanggung jawab, dan peduli.

  • Menghargai keberagaman dan membangun toleransi.

  • Berpartisipasi aktif dalam kehidupan Gereja dan masyarakat.

  • Menjadi pelajar yang bernalar kritis, kreatif, mandiri, dan bergotong royong sesuai Profil Pelajar Pancasila.

Bantul, Tahun Pelajaran 2026/2027

Penyusun,

Rogatianus Slamet Widiantono
Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti
SMP Negeri 2 Pandak

SILABUS VIII SMPN 2 PANDAK

 

SILABUS

Mata Pelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti

Satuan Pendidikan             : SMP Negeri 2 Pandak
Kelas/Fase                             : VIII / Fase D
Tahun Pelajaran                 : 2026/2027
Penyusun                             : Rogatianus Slamet Widiantono

Capaian Pembelajaran (CP) Fase D

Pada akhir Fase D, peserta didik mampu menghayati iman kepada Yesus Kristus secara lebih dewasa, memahami karya keselamatan Allah dalam Gereja, mengembangkan kehidupan moral Kristiani, serta menunjukkan sikap kasih, keadilan, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap sesama serta lingkungan.

SemesterMateri PokokTujuan PembelajaranAlokasi Waktu
GanjilAllah Menyelamatkan ManusiaMemahami sejarah keselamatan Allah dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.6 JP
GanjilYesus Kristus Sang PenyelamatMeneladani hidup, karya, wafat, dan kebangkitan Yesus Kristus.9 JP
GanjilRoh Kudus Menghidupkan GerejaMemahami peran Roh Kudus dalam kehidupan Gereja dan umat beriman.6 JP
GanjilGereja sebagai Sakramen KeselamatanMenghayati tugas Gereja dalam mewartakan Kerajaan Allah.6 JP
GanjilHidup dalam PersekutuanMengembangkan semangat persaudaraan, pelayanan, dan gotong royong.6 JP
GanjilPenilaian Sumatif SemesterEvaluasi pembelajaran.3 JP
GenapMoral Kristiani dalam KehidupanMengambil keputusan berdasarkan hati nurani yang benar.9 JP
GenapSakramen sebagai Tanda Kasih AllahMemahami makna sakramen dalam kehidupan Gereja.6 JP
GenapAjaran Sosial GerejaMenunjukkan kepedulian terhadap keadilan, perdamaian, dan kesejahteraan bersama.6 JP
GenapDialog dan ToleransiMenghargai keberagaman agama, budaya, dan suku sebagai anugerah Tuhan.6 JP
GenapMerawat Ciptaan AllahMenerapkan gaya hidup yang peduli terhadap lingkungan hidup.6 JP
GenapPenilaian Sumatif Akhir TahunEvaluasi pembelajaran.3 JP

Strategi Pembelajaran

  • Deep Learning

  • Problem Based Learning (PBL)

  • Project Based Learning (PjBL)

  • Discovery Learning

  • Diskusi kelompok

  • Studi Kitab Suci

  • Refleksi iman

  • Presentasi

  • Bermain peran (role play)

  • Proyek pelayanan dan aksi sosial

Asesmen

  • Asesmen diagnostik

  • Asesmen formatif

  • Asesmen sumatif

  • Penilaian proyek

  • Portofolio

  • Unjuk kerja

  • Observasi sikap

  • Refleksi peserta didik

Sumber Belajar

  • Alkitab

  • Katekismus Gereja Katolik

  • Buku Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti SMP Kurikulum Merdeka Fase D

  • Dokumen Gereja Katolik

  • Ensiklik Laudato Si'

  • Media pembelajaran digital dan lingkungan sekitar

Profil Lulusan yang Diharapkan

Peserta didik mampu:

  • Menghayati iman Katolik dalam kehidupan sehari-hari.

  • Meneladani Yesus Kristus dalam perkataan dan perbuatan.

  • Memiliki karakter jujur, disiplin, bertanggung jawab, dan peduli.

  • Mengembangkan semangat persaudaraan dan toleransi.

  • Berpartisipasi aktif dalam kehidupan Gereja, sekolah, dan masyarakat.

  • Menjadi Pelajar Pancasila yang beriman, bernalar kritis, kreatif, mandiri, dan bergotong royong.

Bantul, 7 Juli 2026

Penyusun,



Rogatianus Slamet Widiantono
Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti
SMP Negeri 2 Pandak

SILABUS IX SMPN 2 PANDAK

Silabus Mata Pelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti merupakan acuan dalam penyelenggaraan proses pembelajaran yang disusun berdasarkan Capaian Pembelajaran dan ketentuan kurikulum yang berlaku. 

Silabus ini memuat tujuan pembelajaran, materi pokok, kegiatan pembelajaran, asesmen, alokasi waktu, serta sumber belajar yang dirancang secara sistematis agar peserta didik berkembang secara utuh dalam aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap. 

Melalui pembelajaran Pendidikan Agama Katolik, peserta didik diharapkan semakin mengenal dan menghayati iman akan Yesus Kristus, mengamalkan nilai-nilai Injil dalam kehidupan sehari-hari, serta bertumbuh menjadi pribadi yang beriman, berkarakter, peduli terhadap sesama, menghargai keberagaman, dan bertanggung jawab sebagai warga Gereja maupun warga negara.

SILABUS

Mata Pelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti

Satuan Pendidikan             : SMP Negeri 2 Pandak
Kelas/Fase                            : IX / Fase D
Tahun Pelajaran                 : 2026/2027
Penyusun                             : Rogatianus Slamet Widiantono

Capaian Pembelajaran (CP) Fase D

Pada akhir Fase D, peserta didik mampu menghayati imannya secara dewasa, memahami panggilan hidup sebagai murid Kristus, menghayati ajaran sosial Gereja, serta menerapkan nilai-nilai Injil dalam kehidupan pribadi, keluarga, Gereja, sekolah, dan masyarakat yang majemuk.

SemesterMateri PokokTujuan PembelajaranAlokasi Waktu
GanjilPanggilan Hidup sebagai Murid KristusMemahami panggilan hidup sebagai murid Yesus dan mewujudkannya dalam kehidupan sehari-hari.6 JP
GanjilMengikuti Yesus dalam Kehidupan Sehari-hariMeneladani Yesus dalam menghadapi tantangan hidup dan mengambil keputusan yang benar.6 JP
GanjilGereja di Tengah DuniaMemahami tugas Gereja dalam mewartakan Injil, melayani, dan membangun perdamaian.6 JP
GanjilAjaran Sosial GerejaMenghayati nilai keadilan, solidaritas, kesejahteraan bersama, dan penghormatan terhadap martabat manusia.9 JP
GanjilMenjadi Garam dan Terang DuniaMenunjukkan kesaksian hidup Kristiani melalui sikap dan tindakan nyata.6 JP
GanjilPenilaian Sumatif SemesterEvaluasi pembelajaran.3 JP
GenapEtika Pergaulan RemajaMengembangkan sikap bertanggung jawab dalam pergaulan sesuai nilai-nilai Kristiani.6 JP
GenapTanggung Jawab terhadap Kehidupan dan LingkunganMenunjukkan kepedulian terhadap sesama dan kelestarian ciptaan Allah.6 JP
GenapHidup Beriman dalam Masyarakat MajemukMengembangkan sikap toleransi, dialog, dan kerja sama lintas agama dan budaya.6 JP
GenapPersiapan Menjadi Pribadi DewasaMempersiapkan diri menjadi pribadi yang beriman, berkarakter, dan bertanggung jawab dalam melanjutkan pendidikan.9 JP
GenapRefleksi Perjalanan ImanMerefleksikan pertumbuhan iman selama belajar di SMP dan menyusun komitmen hidup Kristiani.6 JP
GenapPenilaian Sumatif Akhir TahunEvaluasi akhir pembelajaran.3 JP

Strategi Pembelajaran

  • Deep Learning

  • Problem Based Learning (PBL)

  • Project Based Learning (PjBL)

  • Discovery Learning

  • Diskusi kelompok

  • Studi kasus

  • Refleksi Kitab Suci

  • Presentasi

  • Bermain peran (role play)

  • Proyek pelayanan dan aksi sosial

Asesmen

  • Asesmen diagnostik

  • Asesmen formatif

  • Asesmen sumatif

  • Penilaian proyek

  • Portofolio

  • Observasi sikap

  • Unjuk kerja

  • Refleksi diri

Sumber Belajar

  • Alkitab

  • Katekismus Gereja Katolik (KGK)

  • Buku Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti SMP Kurikulum Merdeka Fase D

  • Dokumen Konsili Vatikan II

  • Ensiklik Laudato Si' dan Fratelli Tutti

  • Media pembelajaran digital

  • Lingkungan sekolah, keluarga, Gereja, dan masyarakat

Profil Lulusan yang Diharapkan

Peserta didik mampu:

  • Memiliki iman Katolik yang dewasa dan menjadi saksi Kristus.

  • Mengembangkan karakter jujur, disiplin, tanggung jawab, dan peduli.

  • Menghargai keberagaman serta membangun persaudaraan sejati.

  • Mengamalkan ajaran sosial Gereja dalam kehidupan sehari-hari.

  • Siap melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya dengan bekal iman, moral, dan karakter yang kuat.

  • Menjadi Pelajar Pancasila yang beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, bernalar kritis, kreatif, mandiri, bergotong royong, dan berkebinekaan global.

Bantul, 10 Juli 2026

Penyusun,


Rogatianus Slamet Widiantono
Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti
SMP Negeri 2 Pandak

Materi 9.6 Katolik

  MATERI PEMBELAJARAN Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas IX SMP Negeri 2 Pandak Materi: Etika Pergaulan Remaja Satuan Pendidika...